HaeSica : Sad Autumn (oneshoot)

Untitled-1Jessica-3Sadness Autumn

Author : Aisyahnoer97 ǀ Main Cast : Jessica Jung Girls’ Generation, Lee Dong Hae Super Junior, Yoona Girls’ Generation ǀ Genre : Romance ǀ Length : Oneshoot ǀ Disclaimer :

 

cerita FF ini milik Author sepenuhnya! Mohon Jangan Copy-Paste!

`HAPPY READING`

 

Musim gugur..

 

Aku ingin selalu bersamanya..

 

Berlari.. berlari.. dan berlari.. mata itu berbinar-binar seakan melihat secercah cahaya yang menerangi jalannya.

Kakinya terus berlari dan berlari

Tatapannya, matanya

Dipenuhi dengan cinta

Ia tersenyum setelah sampai di tempat tujuannya. “Kajja Kita masuk!” Ucap seseorang yang berada di sampingnya. Senyuman tulus itu kembali muncul, kebahagiaan yang mungkin tak bisa ia dapatkan di mana pun. Hanya dengan pria itu, dia tersenyum.

Langkah kakinya begitu pelan hingga tak bersuara. Perlahan-lahan ia mendekat. “Oppa..” Ucap Jessica yang dengan pelan segera menutup kedua bola mata pria yang duduk memunggunginya. Senyumnya mengembang begitu indah seperti bunga yang mekar di musim semi tapi tidak, ini musim gugur. Donghae tersenyum, menyadari siapa yang datang.

Setiap aku bernafas..

 

Dia akan tahu..

 

Meski ia tak mampu..

 

“Chagi.” Ucap Donghae pelan, sembari meraih tangan Jessica yang menutup kedua matanya. Ia tersenyum dan berbalik. Matanya seakan menerawang seperti mata batin merasakan tempat di mana Jessica berdiri dan tangannya seperti mata yang memberikan jalannya.

“Kau menungguku, oppa?” Tanya Jessica yang kini meraih tangan Donghae. Mengenggamnya erat. Donghae hanya mengangguk dan tersenyum. Jessica mengerti, ia membantu Donghae berdiri namun pria yang ia cintai itu menepis tangannya. “Aku bisa sendiri chagi.” Ucap Donghae pelan namun sepertinya melukai perasaan Jessica.

Bahkan saat ia tak bisa menatapku jelas..

 

Dia tau bagaimana diriku..

 

“Oppa.” Panggil Jessica pelan. Tapi Donghae tak bergeming, ia terus berjalan menggunakan tangannya sebagai penunjuk arah. Sesekali ia menabrak orang yang berlalu-lalang, bahkan beberapa dari mereka mencacinya. Donghae tetap diam dan terus berjalan hingga ia sampai di trotoar depan universitas-nya.

Saat itu..

 

Dia akan melepas..

 

Membiarkanku menangis..

 

Jessica berlari mencari sosok pria-nya. Tak peduli seberapa jauhnya, ia terus berlari. Senyumannya kini telah luntur, air matanya yang menggantikan. Cemas, khawatir, dan takut membayangi setiap langkahnya. Hingga pada satu titik ia menatap seseorang yang masih terdiam di sana. Ia berjalan perlahan-lahan, memastikan Donghae tak mendengarnya. Tepat di belakang Donghae, Jessica menangis dalam diam. Namun orang buta punya naluri dan perasaan yang peka. Seberapa banyak seseorang mempunyai kekurangan, dia akan dilimpahi begitu banyak kelebihan. Seperti Donghae, ia menyadari kehadiran Jessica. Maka, dia membalikkan badannya dan tersenyum.

“Jangan khawatirkan aku.” Seakan ucapannya sebagai senjata untuk menenangkan Jessica. Ia meraih tangan Jessica dan menaruhnya di dadanya.

“Di sini, di sini aku juga sakit. Karena kau, aku seperti ini Jadi tinggalkan aku agar aku tidak sakit lagi.” Ucap Donghae yang tersenyum. Jessica menyeringai, tapi air matanya masih mengalir menandakan rasa sakitnya yang kembali muncul.

Kenangan yang tak pernah ku tahu akhirnya..

 

Saat dia memunggungiku..

 

“Oppa..” Ucap Jessica yang hampir tak bersuara karena menahan sesak di dadanya. Tapi Donghae yang peka itu, mendengar ucapan Jessica meski begitu lemah. “Kapan pun kau merindukanku. Tutup saja matamu, aku akan datang saat itu juga. Tapi tinggalkan aku, karena kita akan saling menyakiti. Tinggalkan aku Jessica.”

Mungkin..

 

Kisah indah baginya..

 

Seperti sebelum aku menangis di hadapannya..

 

“Aku mencintaimu Jessica Jung. Wanita terbuang yang telah melukai semua yang ada pada diriku. Suatu saat, dia datang ke dalam hidupku dan ketulusan hatinya mampu membuatku bahagia, tapi aku tidak bisa karena aku masih terluka. Jadi aku harus meninggalkan wanita malang ini sendiri. Agar dia bisa bahagia. Agar aku bisa hidup tenang.”

Meninggalkan jejak pada musim gugur tahun ini..

 

Mungkin..

 

“Maafkan aku. Apa lagi yang kau mau? Bahkan nyawaku akan ku berikan. Tetaplah tinggal, ku mohon.” Ucap Jessica yang geram dengan Donghae. Kenapa Semua menjadi seperti ini?

“Aku sudah tidak butuh. Seberapa besar kau memohon, kau pikir aku akan peduli? Anggap lah ini takdir.” Balas Donghae dengan senyuman di wajahnya. Senyum pahit.

“Semudah itu? bukan hanya kau tapi aku, aku menangis setiap malam karena aku bersalah padamu. Jadi tinggal lah.” Bentak Jessica yang masih menangis.

“Aku tak punya mata bagaimana aku bisa bahagia. Karena kau hidupku hancur. Aku selalu berharap kau tak pernah datang ke dalam hidupku.” Ucapan terakhir Donghae tadi benar-benar telah menghancurkan perasaan Jessica. Ia akhirnya pergi meninggalkan Jessica yang terlihat shock mendengar perkataan Donghae barusan. Memahami setiap kata yang Donghae ucapkan barusan. Seketika air matanya menetes.

Tidak..

 

Seharusnya aku mengenggam tangannya..

 

“Jika kau pergi, aku.. akan selamanya hilang.” Teriak Jessica dengan suara yang bergetar. Air matanya terus membanjiri pipinya. Tapi Donghae adalah pria yang punya pendirian, sedikit pun ia tak menoleh atau menghentikan langkahnya. Ia terus berjalan hingga tubuhnya lenyap di antara kerumunan orang.

Seharusnya kau diam..

 

Dan aku akan menjemputmu..

 

Tapi ini terlalu menyakitkan..

 

Aku hanya bisa menatapmu kini, di jendela dingin berdebu dengan mataku yang sayu dan wajahku yang kusut. Aku melihatmu kini, tersenyum seindah musim gugur yang dulu hadir di antara kita. Aku melihatmu, berkelana bebas dengan mata dan kakimu. Di sini, di tempat tidur yang rapuh dan selalu berdecit, bertumpu pada besi yang telah berkarat. Aku hanya bisa meraba kaca yang memberi ku tempat untuk memandangmu, melihat kebahagiaanmu..

 

Dan ketika Aku tak bisa menyentuhmu..

 

Aku sadar..

 

Biarkan aku sakit..

 

Aku mencintaimu..

 

Begini saja sudah cukup, hanya melihatmu..

 

Saat itu, Sepasang kekasih sedang bercanda ria di bawah pohon yang daunnya telah menguning.. Ya saat itu musim gugur telah datang. Mereka saling melempar senyum dan menatap sesekali. Menikmati kebersamaan berdua. Tapi entah angin apa, Donghae merasa ada seseorang yang sedang mengawasi mereka berdua. Ia menatap ke arah jendela yang berada tak jauh dari tempat ia duduk. Terlihat seseorang yang kemudian bersembunyi di balik tirai jendela yang baru saja tertutup. Donghae hanya bisa menghelah nafas. Sebuah tangan menggenggam tangannya, Ia menoleh.

“Oppa, Gwenchanayo?” Tanya gadis itu dengan lembut.

“Gwenchana Yoona-ah, Kajja kita jalan-jalan lagi.” Ucap Donghae yang kemudian berdiri dan menarik Yoona dari tempat duduknya. Mereka berdua pun pergi dengan bergandengan tangan, masih dengan senyum yang sedari tadi menghiasi kebersamaan mereka berdua.

musim gugur terindah dalam hidupku kini telah pergi..

 

Selamat tinggal..

 

masa laluku..

 

THE END

 

Iklan

3 tanggapan untuk “HaeSica : Sad Autumn (oneshoot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s