Hyohyuk : Stupid Love – Chapter 2

053113_1346_HyohyukStup1.jpg

         

           Main Cast :

            Lee hyukJae (EunHyuk) Super Junior

           Kim Hyoyeon SNSD/ Girls’ Generation

           Other Cast :

           Find by yourself

           Genre :

           Comedy, Frienship, Romance

  • EunHyuk POV

            “Kau mau mampir?” tanya hyoyeon padaku. Aku hanya menggelengkan kepala.

  • “Jeongmal? Tapi ya sudah, hati-hati.. Michyeo manja!” ucapan terakhirnya benar-benar melekat padaku, ia pun tersenyum, senyumannya begitu tulus dan membuatku membalas senyumannya.

    ******* 4 days laters(Wednesday)*******

    “Kyu!!!” Aku berteriak memanggil Kyuhyun yang ku lihat sedang asyik bermain dengan wanita-wanita, persisnya fansgirl-nya.

    “Ne Hyung!! Sebentar!!” Kyuhyun berteriak dari ujung sama, tapi tetap saja dia masih asik dengan para yeoja. Terpaksa, aku menunggunya sambil mendengarkan musik di iPhone-ku.

    “Hyung!!” Dengan cepat aku bangkit dari kursi yang ku duduki lalu ku putar badanku, ku lihat Donghae sedang tertawa penuh kemenangan melihatku kaget setengah mati.

    “Hei kau, gila. Mau apa kau mengagetkan ku saja?” kata ku kembali duduk di kursi.

    “Mian, EunHyuk-Hyung. Aku hanya bosan dari tadi hanya main basket. Jessica tidak berangkat sekolah soalnya dia lagi ke Incheon. Jadi.. ” Donghae menggantungkan kata-katanya dan fokus dengan matanya yang menunjuk ke suatu obyek.

    “Oh.. Hyung lihat itu!!Waa.. dia itu gila atau apa!!” Donghae terus saja bicara, hingga aku melihat sepasang pria dan wanita bergandengan. Mataku terbelalak tak percaya, bukannya aku sudah bilang pada Jina jadi wanita jangan genit-genit masih saja mendekati namja lain. Kali ini aku benar-benar marah besar, sebenarnya apa maunya yeoja tak tau diri itu.

    “JJJIIINNNAAA!!!!” Aku berteriak sekencang-kencangnya, tak peduli apa yang dikatakan orang. Aku langsung menghampiri mereka berdua, dari kejauhan Donghae dan Kyuhyun mengikutiku. Aku langsung menarik Jina ke belakangku, sekarang aku bertatapan dengan Doojoon, salah satu orang populer di sekolah.

    “Kenapa, kau tidak suka?” Doojoon menatapku dengan tatapan kemenangan, jelas-jelas aku marah bisa-bisanya dia tersenyum seperti itu di depanku.

    “Mau apa, hah? Pria tak tau diri. Berani-beraninya kau mendekati yeojachinguku, apa maumu ha?? Bukannya kau sudah punya pacar?? Sebenarnya kau gila atau apa hah? Dasar Kau.. ” hampir saja aku memukul tangan Doojoon, tapi ada benda yang menghalangiku.

    “Eunhyuk-oppa, kau sudah gila ya? kalau mau bertanding saja dengan Doojoon oppa? Bagaimana? Baguskan ideku?” ada apa dengan yeoja ini, tiba-tiba menyaut apa urusannya denganku.

    “Aku disuruh Hyoyeon!” kata Sunny sambil menunjukkan aegyo-nya ke wajah Eunhyuk.

    “Kata Hyoyeon, besok jumat jam 2 siang di lapangan sekolah!?” Lalu Sunny menunjuk ke arah kursi di pinggir lapangan basket. Ya di sana memang ada Hyoyeon yang sedang asyik berbincang dengan Seohyun dan Yoona.

    “Oke, Aku terima!! Hey kau berani?heh?” kata ku sambil menatap Doojoon tajam yang sedari tadi hanya terdiam.

    “Hyung, kau yakin?” Tanya Donghae berbisik di telingaku. “Hyung, dia kan?” Kyuhyun ikut-ikutan berbisik.

    “Kalian diam saja.” Aku berusaha menyakinkan kedua sahabatku yang dari tadi berguman.

    “Ani hyung, Seohyun cantik.” Kyuhyun ini dalam situasi seperti ini masih saja melirik wanita lain.

    “YA! Kau bisa diam tidak!!” Aku mulai kesal dengan Kyuhyun yang dari tadi tersenyum sendiri tak jelas.

    “Hey kau bagaimana, Namja babo?” Aku bertanya lagi pada Doojoon untuk memastikannya.

    “Ne.” Jawab Doojoon singkat dan penuh dengan kenyakinan.

    Hyoyeon POV

    ********Thursday********

    “Ki Bum?” aku mencari-cari Ki Bum ke seluruh ruangan rumah tapi dia tetap tak ada. ‘kemana dia?’ tanyaku dalam hati.

    “Noona, aku di sini!!” Aku mendengar suara Ki Bum tapi wujudnya entah di mana, lalu ku lihat di bawah ku. Hahh, di sedang berenang dengan 2 wanita dan 2 namja temannya. Apa-apaan anak kecil ini, berani-beraninya membawa anak yeoja ke rumah mentang-mentang omma tak ada di rumah.

    Aku kemudian turun dan mendekatinya.

    “Hah, kalian ini masih kecil sudah seperti ini. bangun dan pakai pakaian kalian. Aku sudah membeli makanan.” Ucapku sambil menatapi mereka heran.

    “Kringgg… Kringgg… Kringgg… ” terdengar suara telepon rumah, langsung saja ku angkat.

    “Yeoboseyo? Nugusehyo?” tanya ku pada penelpon.

    “Ini omma, hyo.” Oh ternyata omma.

    “Nugu? Omma? Bagaimana kabar omma? Sehat kan?” aku langsung saja menanyakan kabar omma karena sudah lama aku tidak bertemu dengannya, kangen rasanya dipeluk omma lagi.

    “omma baik, bagaimana denganmu? Adikmu tidak merepotkanmu kan?” sahut omma.

    “Ahniyo omma, kami baik. Ngomong-ngomong waeyo menelpon kami?” Aku langsung ke inti, karena tidak biasanya omma menelpon kami.

    “omma di sini akan lebih lama, mungkin 2 minggu lagi omma baru bisa pulang. Maafkan omma.” Jawab omma yang sepertinya sedang sibuk dengan pekerjaannya, terdengar suara brisik di sana.

    “gwenchanayo omma. Sepertinya omma sibuk. Lebih baik sudah dulu omma, jangan lupa istirahat yang cukup. Dan makan yang teratur ya omma. I love you omma.” Tuturku.

    “Ne, salam untuk adikmu ya.” Sahut omma, dan salurannya pun langsung terputus.

    “Kringgg… Kringgg… Kringgg… ” gantian iPhoneku yang berdering. Jessica menelponku.

    “Yeo.. Yeoboseyo? ” jawabku ragu.

    “Hyo, aku mau ke rumahmu, bolehkan?” jawab Jessica to the point.

    “Ne, emm, Wae?” aku masih ragu untuk menjawab iya, karena lihat saja Ki Bum masih asyik dengan temannya.

    “Aku mengajak Seohyun, kebetulan tadi Tiffany, Sunny, Seohyun ke rumahku tapi Tiffany dan Sunny pergi Shopping. Jadi aku hanya bersama Seohyun. Dia bilang dia ingin ikut bersamaku, jadi apa boleh?” Jessica berkata terlalu panjang jadi aku hanya diam.

    “Ne, ke sini dan bawa makanan.” Ucapku sambil tersenyum picik.

    “Baiklah.” Ucap Jessica.

    Ting Tong…

    Terdengar bell rumah berbunyi, mungkin itu Jessica.

    “Anyeonghas.. ” belum selesai bicara ku lihat 3 Michyeo namja itu berada di belakang SeoSica.

    “Aku membawa mereka karena terpaksa Hyo, Mianhae.” Jawab Jessica menyesal, aku hanya mengangguk bingung.

    “Masuk. Mau minum apa? Oh ya letakkan makanannya di meja kalian bisa nonton tv atau bermain game di sana.” Ucapku sambil menatapi mereka berlima,lalu beranjak ke dapur.

    Author POV

    Selama di tinggal Hyoyeon, hanya Eunhyuk yang diam. Yang lainnya asyik makan dan nonton tv. Ternyata Eunhyuk sedari tadi memandangi setiap sudup rumah Hyoyeon.

    “Ini minumnya.” Hyoyeon datang membawa minum.

    “Gomawo.” Ucap HaeSica serentak. Mereka selalu begitu.

    Lalu Hyoyeon duduk di bawah sambil membaca novelnya, dia hanya diam tanpa tanya apa tujuan mereka datang ke rumahnya.

    “Kau sekarang sendiri?” tanya Eunhyuk yang membuat mereka diam.

    “Unnie bersama Ki Bum dan omma-nya, tapi omma-unnie pergi ke Jepang jadi mereka hanya berdua.” Jelas Seohyun panjang lebar, dan Kyuhyun yang di sampingnya hanya menatapi Seohyun yang sedari tadi bicara. Mungkin Kyu fikir kenapa Seo bisa secantik dan sepolos itu. J

    “Oh.. ” Jawab Eunhyuk datar. Dalam hati Eunhyuk bingung dari tadi ia mencari omma dan adik Hyoyeon tak ketemu-ketemu juga.

    “Ada apa kalian ke sini?” tanya Hyoyeon to the point.

    “Tanya saja sama Eunhyuk-oppa.” Jessica menunjuk Eunhyuk yang langsung memalingkan wajahnya ke tv.

    “Soal basket?” Hyoyeon menebak.

    “Wae? Jina itu kan playgirl. Masih mau? Dari dulu tetap saja tak ada perubahan. Dasar Michyeo namja.” Hyoyeon nerocos sambil memakan snack di tangannya.

    “Hey.. Kau.. ” Eunhyuk berteriak dan kemudian diam, ia mendekati Hyoyeon.

    “Lalu mana Ki Bum?” tanya Eunhyuk basa-basi. Dia itu aneh sekali tanyanya gak nyambung-nyambung.

    “Wae? Lihat saja di belakang? Kau bisa lihat dua yeoja genit sama genitnya seperti Jina.” Ucap Hyoyeon yang terkikih sambil menatap Eunhyuk. Tiba-tiba wajah Eunhyuk memerah.

    “Ohh.. Lihat wajah Hyung.. memerah.. ” ucap Kyuhyun yang membuat mereka berempat menertawai Eunhyuk yang sedang berjalan ke kolam renang.

    Kolam renang….

    “Ehh.. Anak kecil? Mana yang namanya Ki Bum?” teriak Eunhyuk pada ke-5 anak itu hingga membuat mereka kaget.

    “Kau siapa?” tanya Ki Bum pada Eunhyuk.

    “Tamu Hyoyeon. Oh ya siapa namamu 2 yeoja cantik ini?” Eunhyuk kembali bertanya dengan menggoda kedua teman Ki Bum.

    “Aku Sulli.” Jawab salah seorang yeoja dengan aegyo.

    “Aku Luna.” Jawab satunya lagi. Dan Eunhyuk hanya mengacuhkan mereka.

    “Kalian masih kecil sudah seperti ini. anak macam apa kalian ini. Dasar!” Ucap Eunhyuk meledek mereka ber-5 lagi.

    “dari pada kau meledek mereka lebih baik kau bicara denganku.” Kata Ki Bum mendekati Eunhyuk.

    “Aku Ki Bum. Kau seperti Eunhyuk-hyung?” ucap Ki Bum sambil menunjuk Eunhyuk.

    “Ya, aku kangen denganmu anak kecil, sekarang kau harus meneruskan bakatku oke.” Eunhyuk kemudian beranjak pergi dengan gummy smile-nya. Key hanya terseringai.

    Ruang tamu….

    “Ehh kalian mau kemana?” Eunhyuk melihat ke-4 temannya beranjak meninggalkan rumah Hyoyeon.

    “Kau di sini saja. Bersenang-senang. Aku ingin pergi dengan Jessica. Mereka berdua juga mau pergi. jadi jangan ganggu kami.” Ucap Donghae yang tersenyum penuh arti pada Eunhyuk.

    “Ya, tapi.. ” Eunhyuk mencoba mengelak tapi diputus oleh Kyuhyun “Lihat, Hyoyeon-ah hanya diam, berarti dia setuju.” Kyuhyun menyakinkan Eunhyuk untuk tinggal, Seohyun juga ikut-ikutan “Oppa,kau kan sudah lama tidak bersama Hyoyeon-unnie. Kami pergi.” ucap Seohyun dengan senyuman polos di wajahnya, Eunhyuk hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan kembali duduk di Sofa.

    Eunhyuk POV

    1 jam kemudian….

    “Hyo adikmu sudah selesai? Teman-temannya sudah pulang?” Aku melihat Hyoyeon fokus pada bukunya, jadi aku coba bertanya agar suanananya tidak tegang lagi.

    “Ne. Mereka lewat samping. Kau mau berenang?” tanya Hyeyeon padaku, sontak aku kaget. Aku pun menghampiri hyoyeon yang membaringkan tubuhnya di atas karpet bulu.

    “Waeyo? Kau mau apa?” Hyoyeon membalikkan wajahnya ke hadapanku, dan mendekatkan wajahnya dengan wajahku.

    “Kringg.. kringg.. ” Oh Noona ku menelepon.

    “Yeoboseyo Noona, ada apa?” tanya ku.

    “Leeteuk dan Taeyeon ke sini, mereka bilang kau harus pulang. Mereka akan segera menikah. Mereka bilang kau diminta menjadi pengisi acara pernikahan mereka.” Ucap noona-ku panjang lebar.

    “Ne. Aku pulang.” Jawabku singkat.

    “Hyo, aku..” belum lagi aku selesai Hyoyeon sudah menyautku. “Mau ku antar, tak apa Ki Bum di sini lagi pula Taemin dan Kai ada di sini. Bagaimana?” Hyoyeon bertanya padaku sambil menatapku begitu serius, aku bingung harus berkata apa.

    “Gwen..chana.. A..Aku bisa naik taksi.” Jawabku ragu.

    Tapi tiba-tiba ia menarik ku dan mendorongku masuk mobil. “Aku rindu kakakmu. Dan couples sejati itu. Akhirnya mereka menikah.” Hyoyeon yang masih fokus menyetir pun terus nerocos bicara sambil tersenyum. Sepertinya dia sedang mengenang masa kecil kami dulu.

    “Kau masih ingat?” tanyaku sambil memandanginya, senyumnya masih sama seperti dulu tetap saja indah.

    “Tentu saja Michyeo namja-ku.” Hyoyeon tersenyum ke arahku dan berkata seperti itu, ada makna yang berarti dibalik perkataannya tadi. Aku benar-benar heran kenapa dia bisa bicara seperti itu.

    “Bagaimana Jina? Mau kau putuskan? Atau bertanding dengan Doojoon besok?” tanya Hyoyeon yang masih fokus menyetir mobil.

    “Apa maksudmu? Tentu saja bertanding! Aku ini namja sejati.” Ucapku dengan penuh kenyakinan, agar Hyoyeon tak meremehkanku lagi.

    “Ne.. Arraseo.. ” Hyoyeon kembali tersenyum simpul.

    “Eunhyuk?” Hyoyeon memanggilku.

    “Ne?” aku menoleh ke wajahnya. Ternyata dia juga menoleh menatapku.

    “Wajahmu masih sama seperti monyet!” Ucap Hyoyeon yang tertawa menatap wajahku, hingga pipinya memerah seperti itu, yeoja ini memang tak pernah bisa membuatku tenang.

    “YA! Apa maksudmu?” Aku kesal dengan tingkahnya yang seperti itu. Jelas-jelas dia mengejekku secara terang-terangan.

    “Sudahlah.. kita sudah sampai.” Jawab Hyoyeon yang mulai berhenti menertawaiku. Tapi aku masih saja kesal dengannya.

    Di Depan rumah Eunhyuk….

    “Ohh.. Oppa.. !!” Jina kenapa dia bisa di rumahku.

    “Heh kau? Wae kau bisa di sini?” Tanya ku yang sedari tadi heran melihatnya. Tiba-tiba Hyoyeon menarikku turun.

    “Annyeong. Jina.” Ucap Hyoyeon yang sembari menghampiri Jina, aku heran kenapa dia bisa sesantai itu melihat Jina, bukannya ia membenci Jina.

    “Ayo masuk.” Aku langsung menyuruh mereka berdua masuk. Tiba-tiba Jina langsung menggaitkan tangannya ke tubuhku. “Ehh. Kau ini kenapa Jina?” tanya ku yang mencoba melepas pelukan Jina.

    “Aku kan kangen denganmu. Mianhae yang kemarin oppa.” Ucap Jina dengan tatapan rasa bersalahnya. Tetap saja dia memperlihatkan wajah melasnya agar aku ampuni.

    “Maafkan saja.” Hyoyeon tiba-tiba menyaut pembicaraanku dengan Jina. Lalu Hyoyeon yang sedang asyik berbincang dengan kakakku langsung mendekatiku.

    “Ne.. sekarang lepas.” Ucapku ketus padanya, sebenarnya aku masih kesal dengannya. Lagi-lagi yeoja itu melepas wajah aegyo-nya padaku.

    “Ya, ayo ke sini kita mulai merapat. Kita kan harus fokus pada pernikahan kami.” Ucap Taeyeon yang tiba-tiba datang sambil bermesraan dengan Leeteuk. Kenapa mereka selalu tebar kemesraan pada semua orang, itu sangat menggelikan bagiku.

    “Ya sudah ayo kumpul di ruang tengah, agar suasananya lebih enak.” Leeteuk mengajak kami ke ruang tengah, apa bedanya ruang tamu dengan ruang tengah namja itu sama-sama aneh dengan yeoja chingunya. Ya sudahlah aku terpaksa menuruti permintaan mereka, kami pun segera ke ruang tengah.

    2 jam kemudian….

    “Unnie, Hyung.. aku pulang dulu ya ini sudah hampir petang.” Ucap Hyoyeon sambil membungkukan badan.

    “Ne, pulang saja kau. Kau kan bukan siapa-siapa.” Ucap Jina yang menggerutu pada Hyoyeon, Jina benar-benar keterlaluan. Seketika wajah Hyoyeon jadi lesu, mungkin dia menyesal karena sudah mengantarkan ku pulang.

    “Ne, aku akan pulang. Gamsahamnida.” Ucap Hyoyeon yang langsung berlari keluar. Pasti perasaannya hancur gara-gara ulah Jina yang seenaknya bicara itu.

    Hyoyeon POV

    Kenapa hatiku sakit saat Jina bicara seperti itu, bukankah aku memang bukan siapa-siapa mereka. Aku hanya mengurung diri di kamar, tanpa memperdulikan Ki Bum yang sedari tadi memanggilku. Entahlah kenapa jadi gundah seperti ini bahkan hatiku tambah sakit ketika Eunhyuk tak mengejarku. Ada apa aku ini? kenapa tiba-tiba aku memikirkan Eunhyuk?

    To be Continue….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s