Hyohyuk : Stupid Love – Chapter 3

053113_1346_HyohyukStup1.jpg

         Main Cast :

  • Lee hyukJae (EunHyuk) Super Junior
  • Kim Hyoyeon SNSD/ Girls’ Generation

    Other Cast :

    Find by yourself

    Genre :

    Comedy, Frienship, Romance

    Hyoyeon POV

    Kenapa hatiku sakit saat Jina bicara seperti itu, bukankah aku memang bukan siapa-siapa mereka. Aku hanya mengurung diri di kamar, tanpa memperdulikan Ki Bum yang sedari tadi memanggilku. Entahlah kenapa jadi gundah seperti ini bahkan hatiku tambah sakit ketika Eunhyuk tak mengejarku. Ada apa aku ini? kenapa tiba-tiba aku memikirkan Eunhyuk?

    **********Next day(Friday)***********

    Pagi ini, rasanya mataku begitu berat apa mungkin semalam aku menangis. Karena namja itu? Sudahlah lebih baik aku mandi dan berangkat sekolah.

    Aku langsung menuju ke ruang makan dan mencari-cari makanan, tapi kulkas kosong tak ada makanan. Terpaksa aku dan Ki Bum tidak sarapan, aku hanya memberi uang saku pada Ki Bum lalu berangkat sekolah.

    Gerbang sekolah….

    “HYOYEON!!” Teriak seseorang yang datang dari belakang.

    “Eh, Kau!!” Aku menoleh ke arah Jessica yang tersenyum sumringah di sampingku. Tidak biasa dia begitu ceria, ada dengannya biasa kan dia begitu dingin.

    “Ayo masuk.” Jessica menarikku begitu kencang menuju ke kelas, dasar anak ini sulit ditebak.

    Aku berjalan lewat pinggir lapangan basket, ku lihat ada Doojoon. Ku hampiri saja dia lagi pula sedari tadi aku tidak melihat Jessica, mungkin dia sedang bersama Donghae.

    “oppa.. ” Aku berteriak memanggil Doojoon, dia menoleh ke hadapanku dan tersenyum. Lalu dia melambaikan tangannya, aku pun segera mendekat dan duduk di sampingnya.

    “Bagaimana? Kau siap?” aku bertanya padanya dengan senyuman, yah agar suasana tidak tegang, karena sedari tadi ia tidak mau memulai pembicaraan, mungkin ia sedang memikirkan sesuatu.

    “Hyo-ah, kau kan tahu aku ini pemain basket mana mungkin aku tidak siap.” Ucap Doojoon mantap sambil menatapku, ia ikut-ikutan tersenyum gara-gara aku senyum nyengir sambil menatapinya.

    Tiba-tiba dua sosok mahkluk tak di undang datang menghampiri kami. Mau apa mereka berdua, dan ekspresi mereka aneh sekali, senyum-senyum tidak jelas.

    “Unnie, kau berpacaran dengan Doojoon oppa ya?” Kenapa tiba-tiba Seohyun datang, lalu ia berkata seperti itu? Memangnya salah jika aku ngobrol dengan Doojoon, kami kan juga saling mengenal.

    “Kau ini kenapa?” Aku menggembungkan pipiku sambil melototi Seohyun yang tersenyum polos, Yoona malah menertawaiku, dasar anak-anak.

    Sedang kan Doojoon hanya tertawa geli melihatku, apa yang salah meraka sama saja suka menertawaiku. Tiba-tiba Sooyoung datang.

    “Yaa!! UNNIE!!” kenapa dia suka sekali berteriak seperti itu jelas-jelas aku ini tidak budek.

    “Jangan berteriak Babo!!” Aku ikut-ikutan berteriak memarahinya.

    “Mian.. aku ikut ya? Doojoon oppa kan mau tanding dengan Eunhyuk?” Sooyoung menatap Doojoon tajam, dia juga sama saja seperti Jina sudah jelas Ryeowook mengejarknya tetap saja ia suka dengan Doojoon.

    “Ne. Jam setengah 2 kau ke rumahku.” Aku beranjak pergi meninggalkan mereka. Dari pada mereka tambah menebak-nebak hal yang aneh-aneh lagi tentang aku dan Doojoon.

    Aku duduk di pinggir jalan termengu menunggu Ki Bum. Lama banget kemana dia? Aku sudah ke panasan? Lama-lama gosong juga ni tubuhku. Tiba-tiba Eunhyuk datang dengan motor sportnya

    Bipp Bipp.. dia memencet klakson-nya, memanggilku?

    “Hyo, mau ku antar?” tanya namja itu, akhir-akhir ini ia semakin baik padaku.

    “Ani, aku mau menunggu Ki Bum saja.” Jawabku sambil mengalihkan pandanganku dari hadapannya. Tapi kenapa dia malah turun dari motor sportnya dan.. menghampiriku, apa-apaan dia ini? mau cari perhatian atau apa?

    “Aku temani saja ya.” Jawab Eunhyuk yang sembari duduk di sampingku sambil menebar gummy smile-nya dan yah aku hanya membiarkannya saja, lagi pula Ki Bum juga belum datang.

    “Kalau Jina lihat bisa dibunuh kau.” Aku tersenyum terkikih jika mengingat Jina dan Eunhyuk saat mereka bertengkar, meski sebenarnya aku masih kesal dengan perbuatan Jina kemarin sore.

    “Dia sudah ku antar pulang.” Jawab Eunhyuk santai dan lagi-lagi dia menebar gummy smile-nya. Tiba-tiba aku teringat Sooyoung yang akan ikut denganku, aku harus segera pulang tapi Ki Bum belum juga datang. Ya, Terpaksa hanya Eunhyuk satu-satu orang yang bisa mengantarku.

    “Jadi menolongku?” Aku bertanya padanya sambil menunduk.

    “Baiklah. Ayo naik.” Ucap Eunhyuk yang segera berdiri dan menyalakan mesin motornya.

    “Pegangan yang kencang. Kalau tidak kau akan jatuh.” Apa maksud ucapannya, apa hubungannya, Aneh.

    “Mau pegangan tidak??” Eunhyuk bertanya sekali lagi, terpaksa aku melingkarkan tanganku ke perutnya dengan erat, tiba-tiba jantungku berdeguk kencang. Sangat jarang aku bisa sedekat ini dengan Eunhyuk semenjak kami bermusuhan, tapi rasanya menyenangkan karena sejak dulu aku merindukannya, merindukan gummy smile-nya dan perhatiannya, merindukan tingkah konyolnya dan tariannya, yah itulah aku menutupi perasaanku sendiri dan mencoba membencinya itulah satu-satunya jalan agar aku bisa melupakannya tapi ternyata SULIT juga.

    Eunhyuk POV

    Setelah pulang sekolah, aku langsung menuju lapangan basket untuk latihan, tentunya ditemani oleh Kyuhyun dan Donghae mereka kan penguntitku. Ya, setelah sekian lama aku berlatih akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 1.45 pertandingan akan segera dimulai dan aku, aku HARUS MENANG!

    “YA!! Hyung kau sudah siap?” Kyu berteriak dengan semangat. Apa-apaan bocah ini seperti mau tanding apa saja, hanya basket untuk memperebutkan Jina. Aku juga pasti akan menang, dia tak perlu berlebihan seperti itu.

    “YA!! Kau tak perlu teriak. Aku sudah siap sejak kemarin.” Ucapku tegas sambil mempelototi Kyuhyun yang ternganga kaget dengan ekspresiku, salah sendiri sudah membuatku kesal.

    “Nah, Hyung sekarang saatnya. Fightinggg!!” “Fighting!!” Donghae dari tadi menyoraki ku di dekat Jessica dan Hyoyeon, mau apa lagi ku biarkan saja dia agar puas toh dia akan diam dengan sendirinya kalau sudah lelah. Hyoyeon dan teman-temannya yang melihat pun malah tertawa terkikih melihat tingkah konyol Donghae.

    Author POV

    Sungmin meniup peluit, pertanda pertandingan di mulai.

    Eunhyuk pun segera beraksi, begitu juga Doojoon. Pertandingan semakin seru hingga angka mereka seri 20-20. Peluit kedua ditiup pertanda istirahat.

    Eunhyuk yang kelelahan pun langsung menyambar botol minuman di dekat Hyoyeon.

    “Kau lelah?” Tanya Hyoyeon yang sedari tadi menatap Jina dan Doojoon.

    “Ne.. Tentu saja aku lelah. Kau tahu aku akan memenangkan pertandingan ini!” Ucap Eunhyuk dengan semangatnya yang menggebu-gebu. Entah kenapa Eunhyuk sangat ingin mempermalukan Doojoon, selain untuk mendapatkan Jina kembali dia juga sangat ingin memjatuhkan popularitas Doojoon di sekolah, maklum saja Eunhyuk, Doojoon, dan Junho adalah rival berat.

    “YA!! Hati-hati kau, bisa-bisa Doojoon oppa yang akan menang!!” Tiba-tiba Jessica menyambar perbincangan Hyoyeon dan Eunhyuk, dengan Donghae. Mereka tak habis-habisnya mengumbar kemesraan, Donghae itu yang suka mengikuti Jessica kemana saja.

    “YA!! yeoja chinguku, kau ini bukannya mendukung Hyung!!” Timpal Donghae yang membela Eunhyuk sambil mengacak-acak rambut jessica.

    “Aisshh.. Doojoon akan menang lihat saja nanti. Eunhyuk-ssi? Taman riwayatmu!!” Sooyoung terkikih sambil menatap Eunhyuk.

    “Sudah. Semangat Eunhyuk, siapkan mentalmu. Oke!!” Hyoyeon memberi semangat pada Eunhyuk, bukan apa-apa mungkin Hyoyeon kasian dengan Eunhyuk yang sepertinya sangat ingin memenangkan pertandingan ini karena Hyoyeon tahu Doojoon bukan lawan yang mudah jadi ia selalu berdoa dan berharap Eunhyuk memenangkan pertandingan ini meski ia tahu akhirnya Eunhyuk akan menjadi milik Jina bukan miliknya seorang.

    Priiiittttttt… Peluit sudah ditiup pertandingan babak kedua sudah dimulai.

    Di menit ke lima papan skor mencatat Doojoon mencatat 25 poin sedangkan Eunhyuk tertinggal 3 angka. Dimenit berikutnya Eunhyuk berhasil unggul menjadi 26-27. Dan di akhir babak kedua skor menjadi imbang 40-40.

    Babak ketiga sudah dimulai, lagi-lagi Doojoon memulai pertandingan dengan skor 46-45, ia unggul satu angka dari Eunhyuk.

    Hyoyeon hanya melihat aksi mereka berdua tanpa memberi semangat, sedangkan dua sahabat Eunhyuk sedari tadi terus berteriak menyemangati Eunhyuk.

    Eunhyuk pun memacu kecepatannya dan berhasil mengungguli Doojoon meski dengan jarak skor tipis 50-48. Dan di akhir pertandingan tak di sangka Doojoon dapat unggul dari Eunhyuk. Dan..

    Priiiitttt… Priiittttt.. Pertandingan berakhir, dan kemenangan diperoleh DOOJOON. Ya, Eunhyuk kalah, padahal skor mereka hanya terpaut 2 angkat 55-53.

    Terlihat Eunhyuk begitu Frustasi, ia tergelek di lapangan dengan wajah murung, sepertinya ia kelelahan.

    “Kau baik?” tanya seorang Yeoja yang mengulurkan sebotol air mineral pada Eunhyuk. Eunhyuk pun membuka matanya. Ia melihatnya, melihat Hyoyeon , Eunhyuk masih memasang wajah penuh penyesalan.

    Eunhyuk POV

    Kenapa dia menatapku seperti itu? seperti tidak ada beban di wajahnya dan senyumannya begitu tulus. Kenapa jantungku berdetak sekencang ini? tidak seperti biasanya, kenapa perasaanku terus saja mengingat Hyoyeon kecil yang dulu peduli padaku? Apa? Apa? Dia juga mencintaiku.

    Aku segera bangun dan beranjak pergi, aku tidak ingin ditemui siapa pun termasuk Hyoyeon, Bahkan Donghae dan Kyuhyun yang sedari tadi memanggilkan ku hiraukan, aku benar-benar frustasi aku ingin sendiri.

    Hyoyeon POV

    “Wae? Namja ambisius.” Aku benar-benar heran dengan Eunhyuk, kenapa dia bisa sedingin ini? bahkan dia mengacuhkan kedua sahabatnya, ada apa dengannya? Aku pun berlari dan segera mengambil tasku.

    **********Saturday**********

    Pulang Sekolah di Toko Buku…

    Aku sedang pergi ke toko buku kebetulan ada beberapa tugas yang harus ku kerjakan. Namun saat aku sedang memilih beberapa buku, ku rasakan kehadiran seseorang yang ada di sampingku, langsung saja ku tengok… dan..

    “EunHyuk?” aku berteriak dan seketika orang di sekelilingku menatapku tajam, seakan memberi israyat agar aku tutup mulut. Aku mulai mendekati EunHyuk yang masih terlihat lesu.

    “Kau kenapa di sini?Heh?” Bisikku pada Eunhyuk yang sedari tadi memandangiku.

    “ikut aku!” Ucap Eunhyuk yang begitu serius padaku. Kenapa dia mengajak ku pergi? lalu buat apa 2 sahabatnya itu? Ah sudah lah lebih baik ku bayar dulu buku-buku ini.

    Di Taman…

    Untuk apa dia mengajakku ke sini? Aku harus pulang, ada banyak tugas yang belum ku kerjakan bisa-bisa aku dimarahi jika tidak mengerjakan PR, tapi aku tidak enak untuk mengatakannya, lebih baik aku diam ya, itu lebih baik dari pada membuatnya menyesal.

    “Wae Hyuk?” tanyaku padanya yang sedari tadi terdiam dalam lamunannya.

    “Hyuk?” ku panggil ia untuk kedua kalinya sambil memegang pundaknya, ia pun menoleh dengan tatapan hampa. Ada apa dengannya? Apa dia sedang sedih? Tidak biasanya dia seperti ini? lalu ku putuskan untuk pergi.

    “Ini?” ku ulurkan sepucuk ice cream rasa pisang kesukaannya, ia menoleh dan tersenyum, tersenyum hambar.

    “Kenapa? Kau tidak suka?” sedari tadi aku terus bertanya sambil menatapnya bingung.

    “Hyuk?” Dia menoleh dan kembali seperti tadi.

    “Hyuk?” Kini dia diam lagi.

    “Hyuk? Apa kau baik?” masih terdiam.

    “Hyuk?” aku mulai meningkatkan nada bicaraku dengan rasa khawatir.

    “Hyuk? Wae?” aku terus menatapnya hingga ia menatapku.. Ya Tuhan..

    “Hyuk? Wae?” aku begitu khawatir menatap wajahnya yang begitu pucat ditambah lagi, pipinya basah, apa dia menangis? Aku rasa dia sedang sakit atau patah hati? Atau dia sedih karena tidak bisa mendapatkan Jina kembali ? Apa Sebegitu sakitnya kah ia tak bisa mendapatkan Jina? Sebegitu besarnya rasa cintanya pada Jina?.. Begitu kah? Batinku.

    “Hyuk?” Ku sentuh tangannya, sangat dingin sepertinya dia sakit. Aku mulai beranjak dari dudukku dan menariknya namun dia malah menarikku seakan menyuruhku untuk tetap duduk di sampingnya.

    Aku harus mengalah, dia terlihat.. bukan, tapi dia memang sudah tak berdaya. Dengan hati-hati ku sandarkan kepalanya dengan tanganku ke bahuku dan ku rangkul punggungnya dengan tangan kananku agar dia bisa tenang. Lalu ku tepuk-tepuk tangannya yang sedari tadi ku pegang agar dia tak bersedih lagi. Beberapa menit kemudian, ku tengok wajahnya mulai terlelap, matanya sudah tertutup mungkin dia sudah tidur.

    ‘Lee Hyuk Jae, kau harus tegar! Kau harus kuat! Kau tahu aku juga sedih jika kau begini. Mianhe jika aku sering membuatmu marah, tapi aku tidak suka kau menangis, Michyeo Namja tidurlah dan tersenyumlah saat kau bangun’ ucapku lirih sambil menatap pemandangan sore itu yang begitu indah.

    Author POV

    “Jessicaku?” teriak seseorang yang sedang mencari seorang gadis.. tiba-tiba

    “Oppa!” teriak seseorang dari arah belakang hingga membuat namja itu terbelalak kaget..

    “Hahaha.. Oppa coba kau berkaca di cermin, muka mu jelek sekali!” Yeoja itu tertawa lepas menatap Donghae,

    “Diam!” Donghae mulai berbisik ditelinga Jessica seketika bereka berdua saling bertatapan.. semakin dekat.. dekat.. dan kemudian..

    “YYYYYYAAAA!!!!!” teriak seseorang yang membuyarkan impian mereka berdua untuk bercumbu.

    Sooyoung selalu saja mengganggu acara orang, apalagi sore-sore begini.

    “Hahaha.. Mianhae, aku mengganggu ya? Tapi ngomong-ngomong ada yang lihat Doojoon gak?” Tanya Sooyoung sambil mengkerdipkan bulu matanya dengan bersikap sok imut. Jessica menggerutu.

    “Anak kecil kau!! Pergi sana. Cari saja dia di di taman dekat sekolah paling juga lagi pacaran sama Jina!!” ucap Jessica dengan nada ketus. Donghae pun menarik Jessica, dan membiarkan Sooyoung sendirian.

    ‘Ada mereka itu.. hah dasar pasangan gila!’ Sooyoung berguman sendiri tak jelas. Kemudian ia berlalu pergi mencari sesosok pria yang ingin ia temui.

    Di taman sekolah….

    Sooyoung berjalan sendiri sambil melihat sekelilingnya, barangkali ia temukan namja yang ia gilai itu. Sesekali ia mencari di semak-semak, meski kecil kemungkinan pria seperti Doojoon itu bersembunyi di semak belukar yang menggatalkan badan, tidak mungkin Doojoon ada di semak. Kemudian, Sooyoung memasuki sekolahan yang memang tetap buka meski hari minggu, lagi pula sedari tadi ia tidak menemui namja itu.

    Ia masuki ruang demi ruang di sekolah tapi tak kunjung ia temukan, dan dijumpainya ruangan terakhir yang belum ia kunjungi, Ruang Teater. Biasanya Doojoon di sana, karena namja itu suka berakting. Dengan pelan ia buka pintu teater, di dalam sangat gelap tapi ia melihat sepertinya ada seseorang di sana. Ia kemudian mendekat, dan saat sudah sampai….

    “Oppa!!” Sooyoung terkejut saat melihat Doojoon sedang ciuman dengan Jina. Seakan dunianya hancur, orang yang sedari kecil ia sukai sekarang sedang bermesraan dengan wanita yang menjadi mantan Eunhyuk, ia lupa bukannya Doojoon menang dan berhak memiliki Jina sekarang, tapi hatinya tetap sakit menggebu-gebu. Ia beranjak lari dan menangis hingga pandangannya buyar.

    Ia langsung masuk taksi yang kebetulan lewat dan mulai terdiam, mengingat apa yang ia lihat tadi, Doojoon bukannya mengejarnya tapi malah mengacuhkannya dan terus bercinta dengan wanita murahan itu.

    Hyoyeon POV

    “Yoboseyo?” sahutku pada Sooyoung yang menelponku.

    “Hyo… aku.. aku..” kenapa suara Sooyoung getar seperti itu, apa dia sedang menangis. Dengan segera aku langsung bertanya padanya.

    “Soo, apa kau baik? Ada apa denganmu?”

    “Aku.. Hyo.. Doojoon.. sakit sekali.” Suaranya terbata-bata, dan dia bilang ‘Doojoon’ apa Doojoon yang membuatnya menangis? Menangis terisak seperti ini.

    “Kau di mana? Aku akan ke sana?” tanyaku dengan nada cemas.

    “Han.” Jawab Sooyoung singkat, mungkin dia ada di sungai Han, aku segera beranjak bergi, tapi langkahku terhenti, ku lihat Eunhyuk masih tertidur pulas di kamarku. Aku pun segera beranjak pergi dan menitipkan Eunhyuk pada Ki Bum.

    Di perjalanan aku menelpon Jessica agar menemaniku untuk menenangkan Sooyoung, tapi ia bilang ia sudah berangkat tadi Sore. Terpaksa aku harus pergi malam-malam sendirian.

    Sesampainya di sungai Han aku segera mencari Sooyoung, tapi tak juga ketemu. Di mana dia bersembunyi? Sungai Han kan luas? Gerutuku. Aku mencoba menghubungi handphonenya pun juga tidak aktif.

    “Ini sudah jam setengah 8. Sekarang aku harus mencarimu di mana Sooyoung?” aku mulai menyerah sekarang.

    “Hyo… ” Ada suara, tapi di mana pemilik suara itu, bulu kudukku mulai merinding ku tolehkan kepalaku ke belakang ku lihat seseorang yang bertubuh kurus dan jangkung, dengan pakaian agak berantakan, aku terbelak dan menatapnya ketakutan.

    “Jangan.. Jangan.. AAAaaaa.. !!!!”

    To be Continue….

Iklan

4 tanggapan untuk “Hyohyuk : Stupid Love – Chapter 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s