HyoHyuk : Stupid Love – Chapter 4

062313_0953_HyoHyukStup1.jpg

Main Cast :

–  Lee hyukJae (EunHyuk) Super Junior

–  Kim Hyoyeon SNSD/ Girls’ Generation

Other Cast :

Find by yourself

Genre :

Comedy, Frienship, Romance

Hyoyeon POV

“Hyo… “ Ada suara, tapi di mana pemilik suara itu, bulu kudukku mulai merinding ku tolehkan kepalaku ke belakang ku lihat seseorang yang bertubuh kurus dan jangkung, dengan pakaian agak berantakan, aku terbelak dan menatapnya ketakutan.

“Jangan.. Jangan.. AAAaaaa.. !!!!”

Aku berteriak kencang dengan badan yang gemetar, bagaimana mungkin? aku ke sini untuk menemui Sooyoung bukannya malah melihat hantu. Tiba-tiba hantu itu mendekat, membuatku mengkerdib-kerdibkan mataku yang terbelalak. ‘jangan aku mohon, aku mohon aku akan pergi hantu sungai Han’ ucapku dalam hati, yang sedari tadi masih ketakutan.

“Hyo.. Aku Sooyoung!!” apa? orang ini bilang dia Sooyoung? langsung saja aku mendekat dengan hati-hati dan ku ambil phonecell yang ada di sakuku untuk melihat wajahnya. Ternyata benar, dia memang Sooyoung.

“YA!! Kau menakutiku saja!!” ucapku sambil mengelus dada.

“Hyo..” tiba-tiba Sooyoung memelukku dan menangis. Sepertinya ia sangat sedih, namja itu juga kenapa sih? Bisakah dia berbuat baik pada temanku ini? Aku jadi ikut bersedih.

“Soo.. Sudahlah.” Ucapku sambil melepas pelukannya dan ku hapus air mata temanku ini.

“HHYOOO!!” Tangisnya kembali terpecah, hingga ia terisak begitu keras. Sebegitu sakitnya kah? Apa sakitmu lebih sakit dari pada apa yang ku rasakan?

Kemudian ku bawa ia ke pinggir jalan mencari taksi, karena ini sudah jam 8 malam. Aku takut ia dimarahi oleh orang tuanya, jadi langsung saja ku antar ia ke rumahnya.

 

Author POV

Di rumah Sooyoung….

Hyoyeon pun segera memencet bell rumah Sooyoung, dan dengan segera salah satu pembantunya membawa Sooyoung masuk. Hyoyeon pun mengikuti mereka berdua, memastikan bahwa Sooyoung benar-benar beristirahat. Dengan bantuan Ahjumma, Hyoyeon membawa Sooyoung ke kamarnya. Ia pun segera menidirkan Sooyoung yang masih sadar diri itu. Kemudian ia meminta Ahjumma untuk mengambilkan air panas dan selimut. Setelah itu, ia temani temannya hingga Sooyoung tertidur.

Beberapa menit kemudian Sooyoung tertidur.

‘Soo kau harus tahu aku juga sakit, meski aku berbeda denganmu karena aku membencinya, tapi apa kau tahu ini lebih sakit dari dirimu. Aku harap kau segera mengerti dan meninggalkan namja itu. Kau bisa dapat yang lebih baik darinya. Kau harus segera kuat seminggu lagi kita akan ujian akhir bukan? semangatlah!’ ucap Hyoyeon dalam hati.

Hyoyeon pun beranjak pergi meninggalkan kamar Sooyoung dan berpamitan dengan Ahjumma. Setelah itu ia menaiki taksi yang tadi ia tumpangi menuju rumahnya.

Rumah Hyoyeon….

Sesampainya di rumah, ia langsung bergegas menuju kamarnya. Ia lihat Eunhyuk masih tertidur lelap. Hyoyeon pun tersenyum.

Sekarang sudah jam 22.00 malam, tapi Hyoyeon tak kunjung tidur. Ia masih mengerjakan tugas dan mempelajari beberapa materi pelajaran yang belum ia mengerti, hingga tepat jam 12 malam sudah berdenting. Sudah hampir 3 jam ia membolak-balik bukunya. Meskipun besok libur tapi ia masih fokus pada pekerjaannya, Sesekali ia meregangkan tubuhnya yang mulai kaku.

“Hyo.. “ Didengarnya suara seorang namja, lalu ia menoleh ke belakang. ‘Kenapa Eunhyuk tiba-tiba bangun tengah malam begini?’ kata Hyoyeon dalam hati yang menatapi Eunhyuk dengan herannya.

Eunhyuk POV

“Kenapa kau belum tidur?” tanyaku pada Hyoyeon yang sedari tadi menatapiku. Tapi ia tak kunjung menjawab, ku dekati dia lalu ku lambaikan tanganku ke hadapannya, sepertinya yeoja ini melamun.

“Eh.. ya?” Hyoyeon terkaget, lihat ekspresi konyolnya. Dia masih sama seperti dulu, selalu membuatku tertawa.

“Hahaha.. Hyo lihat wajahmu itu!! Kau seperti orang bodoh, YA!! Kau kan BABO YEOJA!!” Aku tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah konyolnya, lalu ku tutup rapat-rapat mulutku ini saat melihat wajahnya berubah menjadi lesu dan tidak bersemangat.

“Hyo, mianhae..” ucapku sambil berjongkok di depannya..

“Sudah aku harus menyelesaikan ini, lebih baik kau tidur. Nanti pagi – pagi sekali aku akan membangunkanmu.”

“Hyo, aku mau tanya. Apa kau yang membawaku ke rumahmu?” Tanyaku agak ragu.

“Ne.” Jawabnya singkat.

“Ya sudah. Gomawo.” Aku pun kembali ke ranjang dan merebahkan tubuhku.

“Kau harus menyelimuti tubuhmu. Jika tidak kau bisa kedinginan.” Tiba-tiba saja Hyoyeon datang dan menarik selimut yang ada di dekatku kemudian ia menyelimutiku. Dia sangat cantik ketika seperti ini, bahkan dia selalu perhatian sama seperti dulu tidak ada yang berubah hanya tingkahnya saja yang semakin gila.

Kemudian ia kembali ke kursinya dan mulai sibuk dengan pekerjaannya. Sedangkan aku, aku hanya menatapnya dan menebar gummy smile-ku, segera saja ku pejamkan mataku agar lekas tidur.

Keesokan harinya(Sunday)….

Aku cari sosok wanita yang berjanji membangunkan ku pagi-pagi sekali, tapi kini ia menghilang entah menghambur kemana, ku cari di sekeliling rumah. Aku rasa Kibum tidak ada di rumah, tapi di mana Hyoyeon? Dan kenapa pintu depan terbuka? Dengan segera ku langkahkan kakiku ke teras rumah milik Hyoyeon. Ku lihat sesosok yeoja sedang asyik memainkan selang yang ia pegangi dan menyiramkan airnya ke tanaman di tamannya yang luas, terdengar dari suara khasnya yang menyanyikan sebuah lagu penuh penghayatan, pagi-pagi begini dia sudah asyik bermain air! Segera saja ku dekati dia. Entah apa yang ada dipikiranku, langsung ku sambar pinggangnya yang langsing sesuai dengan tubuh mungilnya yang indah. Ku rebahkan kepalaku ke pundaknya. Aku benar-benar nyaman seperti ini bersamanya, bahkan ia hanya terdiam dan tak menolak perlakuanku.

Beberapa saat kemudian….

“Hyuk, lepaskan. Terlalu lama, kau harus pulang!” ucap Hyoyeon sambil melepas pelukanku tapi aku menahannya dan mengeratkan pelukanku, aku masih belum ingin melepasnya, aku ingin terus begini bersamanya. ‘Aku sangat mencintaimu Hyo, andai saja kau tahu aku tersiksa terus begini, aku bersedih bukan karena Jina tapi karena kau Hyo. Aku berubah karena dirimu Hyo’ ucapku dalam hati, hingga bulir-bulir bening menggenang di pelupuk mataku dan terjatuh di pundak Hyoyeon.

“Michyeo Namja. LEPASKAN AKU!!” aku tahu Hyoyeon sedang memberontak tapi, aku terus memegangi perutnya dan makin mempererat pelukanku, aku benar-benar tak ingin berpisah denganmu Hyo. Aku mencintaimu.

Tapi aku kalah, ia menginjak kakiku hingga aku berteriak kesakitan. Kenapa dia setega ini padaku? Apa ia tidak tahu kalau aku sedang bersedih? Hyoyeon hanya menatapku tajam dan penuh arti seakan ia mengancamku dengan tatapannya.

“KKAAUU!!” Tangannya menunjuk ke wajahku yang tertunduk. Aku jelas malu jika ia melihatku menangis.

“HEYY KAUU!!”

Hyoyeon POV

Ada dengan namja satu ini? seperti orang cupu saja terus menundukkan kepalanya dan.. memegangi tangannya satu sama lain, apa-apaan ini?

“HEYY HYUKJAE??” aku mulai memperhatikan wajahnya yang terus menunduk itu. Ku angkat wajahnya dengan menarik dagu Eunhyuk. Dan.. Kenapa matanya lebam seperti orang habis menangis? Apa dia masih memikirkan gadis genit itu?

“Kau masih memikirkannya?” Aku mulai bertanya pada Eunhyuk yang sedati tadi diam. Ku tatap ia dengan seksama sambil memperhatikan raut wajahnya.

“Eunhyuk. Ini bukan dirimu?”

“Hyuk. Kau ingat aku? Hyoyeon?”

“Aku? Hyoyeon?”

“Si Princess Jelek. Hyonnie.”

“Hyonnie-mu.” Ku tekankan kata ‘-mu’ agar ia mau memandang wajahku. Dan perlahan caraku ini berhasil menarik perhatiannya.

Dia mulai memperlihatkan wajahnya yang kemudian menatapku. Tapi kenapa tatapannnya begitu pilu? Apa dia benar-benar masih sakit? Aku tahu cara paling mujarab untuk menyembuhkan orang patah hati seperti Michyeo namja ini. Memeluknya!

“Kau kenapa Hyuk? Apa kau terluka karena Jina? Apa sesakit ini? apa kau tidak ingat kau ini playboy? Kau bisa mendapat wanita yang lebih baik dari Jina? Hyuk? Sudahlah, aku tahu ini berat. Tapi lupakan dia. Tunggu, tunggu sebentar saja.” Ku tepuk-tepuk punggungnya dan kusandarkan kepalanya di bahu kananku. Dia masih terdiam, ku rasakan tetesan air matanya yang menyentuk kulit-kulitku. Ku rasakan ia mulai melepas pelukanku, kemudian Euhyuk menatapku, masih seperti tadi dengan tatapan pilu.

“Hyo, Aku menyesal. Berjanjilah kau terus bersamaku?”

Meski aku tidak mengerti apa yang Eunhyuk katakan, demi menyakinkannya aku mengangguk kemudian ku hapus air matanya yang ada di pipinya. Ku tebarkan senyumku, agar dia bisa lebih baik. Aku juga senang saat dia bisa tersenyum, tersenyum sambil menebarkan gummy smile ciri khasnya.

Author POV

Tak terasa sudah dua minggu berlalu, sejak perjanjian di taman rumah Hyoyeon. Dan sudah satu bulan pula mereka terus bersama, bukan sebagai musuh tapi sepasang sahabat lama yang kembali bersatu. Hingga tiba saatnya mereka harus berpisah. Karena tepat 3 minggu yang lalu mereka bersama teman-temannya melewati ujian nasional. Dan hari ini adalah pengumuman kelulusan mereka. Yang mengartikan bahwa kini mereka telah beranjak dewasa dan memulai memacu jantungnya lebih kencang lagi.

Di Aula Sekolah (Monday)….

Semua siswa sudah berkumpul, mereka sudah siap menerima hasil kerja keras mereka selama tiga tahun terakhir ini. Meski hati mereka semua berharap-harap cemas, mereka terus menebar senyum. Tak terkecuali Hyoyeon, Eunhyuk, Donghae, Jessica, KyuHyun, dan Seohyun. Mereka berenam terlihat asyik bercengkrama satu sama lain.

“Check, Check, Ehm.. YA! Murid-murid harap tenang!” ucap Sungmin Seongsaengnim, dan di sampingnya Sunny Songsaengnim. Dengan segera para murid pun menempati posisi duduk masing-masing.

“Baik lah. Sekarang kita mulai acara Kelulusan Siswa kelas 3 SM Senior High School!” ucap Sungmin Songsaengnim dengan tegas yang disambut tepuk tangan keras dari seluruh orang di aula tersebut.

“Pertama, mari kita dengarkan sambutan dari kepala sekolah kita, Shindong Seongsaengnim kami persilahkan.”

Lalu kepala sekolah kocak itu pun memulai pidatonya.

“……” setelah panjang lebar berpidato di depan, di sambung sambutan dari wakil wali murid.

“……” sambutan selesai

Dan kini tibalah acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa kelas 3.

“Baiklah anak-anak, kini waktunya menyerahkan piagam dan tanda kelulusan kalian semua. Kami akan memanggil kalian satu persatu, dan dipersilahkan untuk segera menaikku panggung.” Ucap Sunny Songsaengnim yang terlihat sanga cantik.

“……”

Setelah kedua MC Couple ini berbicara, akhirnya para siswa mulai antri untuk naik panggung dan menerima penyerahan piagam serta tanda kelulusan.

Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam, akhirnya penyerahan pun selesai.

Terlihat Eunhyuk dan Hyoyeon salin berpandang dan menikmati saat-saat itu, termasuk teman-temannya yang turut larut dalam kebahagiaan mereka menyabut kelulusan.

“Baiklah. Tiba saatnya, kita menutup acara ini. saya selaku guru dan MC mengucapkan terima kasih. Dan bagi kalian! Murid-muridku. Raih cita-cita kalian Oke? Figthing!” perkataan Sungmin Seongsaengnim mendapat tepuk tangan meriah sekaligus sorakan yang menggema di ruangan tersebut.

“GAMSAHAMNIDA!” Serentah seluruh siswa yang mengikuti hari kelulusan tersenyum mengucapkan kalimat tersebut bersamaan sambil membungkukkan badan, pertanda penghormatan. Dan kembali, seluruh ruangan riyuh disambut tepuk tangan dari para wali, guru, serta murid.

Mereka segera berhamburan keluar dan meluapkan kegembiran masing-masing dengan cara mereka.

Ada yang saling memeluk, ada yang berteriak, ada yang menangis, ada yang melompat-lompat kegirangan, dan lain sebagainya.

Tak terkecuali Eunhyuk, ia terlihat sangat senang setelah kelulusannya apalagi nilai yang ia dapat pun sangat memuaskan dan di atas rata-rata, dia menari-nari kegirangan sambil memeluk ke-dua sahabatnya, Donghae dan Kyuhyun. Sedangkan Sunny, Jessica dan Seohyun tertawa geli melihat tingkah mereka bertiga.

Sooyoung yang sempat patah hati karena Doojoon pun sekarang bahagia, apalagi kelulusannya kini sangat berarti karena ia mendapatkan seseorang yang sangat menyayanginya, Ryeowook, lelaki yang selalu mengejarnya. Lengkap sudah kebahagiaan Sooyoung.

Tapi, hal itu justru tidak terjadi pada Hyoyeon, setelah kelulusan selesai ia masih duduk sendirian di aula sekolah. Matanya sembab, ya dia sedang bersedih. Baru kemarin rasanya ia sudah mulai dekat dengan Eunhyuk tapi kini ia harus meninggalkannya, meninggalkan teman-temannya yang baik, meninggalkan Korea.

Hyoyeon POV

 

Aku tak mengerti, apa yang Tuhan takdirkan padaku. Kenapa harus secepat ini? aku masih ingin di sini? Melihatnya. Rasanya sakit sekali, hatiku terasa tertusuk-tusuk jarum yang tajam dan tak henti-hentinya melukai perasaanku. Aku sudah tak sanggup lagi, air mataku terus saja mengalir, hingga seseorang mengulurkan sapu tangannya ke hadapanku.

Ku angkat kepalaku, dan menatap namja itu. Dalam hati aku berharap itu Eunhyuk, tapi harapanku sia-sia. Dia bukan Eunhyuk melainkan Doojoon, pria populer yang kemarin berhasil merebut Jina dari tangan Eunhyuk.

“Usap air matamu, Hyoyeon-ah.” Ucapnya lembut sambil menatapku dan memancarkan senyuman khasnya.

Aku hanya terdiam. Sekarang yang ada dibayanganku adalah bagaimana aku menceritakan semuanya, hal yang tak seharusnya aku lakukan.

Flashback

Kringg…Kringg…

Segera ku angkat telepon yang sedari tadi terus berdering.

“Yeoboseyo?”

“Hallo Hyo, ini omma.”

“Oh omma, ada apa?” tanyaku To The Point.

“Omma, omma. Kapan pulang?” Tiba-tiba saja KiBum menyambar telepon yang sedari tadi ku pegang.”Aisshh.. Kau ini.. aku sedang bicara dengan omma. Lebih baik siap-siap saja sana.” Ucapku sambil mengambil kembali teleponnya.

“Hallo Omma? Masih di sana kan?” tanyaku.

“Ne. Hyo.. omma ingin kau ke Amerika.” Ucapan omma benar-benar membuatku kaget, kenapa tiba-tiba sekali omma ingin aku ke Amerika? memangnya kenapa? Desisku dalam hati.

“Kau tahu Hyo, kau anak perempuan satu-satunya, dan ayahmu meninggalkan perusahaannya di Amerika. Jika kau kuliah di sana, maka kau bisa meneruskan perusahaan. Dan omma tidak akan cepat tua mengurusi 3 perusahaan besar sekaligus. Dan biarlah jika Kibum sudah dewasa, dia bisa mengelola perusahaan kita yang ada di Korea. Kau mengerti Hyo? Omma mohon.” Jelas omma panjang lebar, aku jelas kasian dengan omma dan dengan berat hati aku harus mengikuti apa yang diinginkan oleh ommaku.

“Ne omma.” Aku hanya menjawab singkat.

“Dan satu lagi Hyo. Mian jika omma tidak bisa mendampingimu dan Kibum saat kelulusan besok. Omma masih sibuk. Sekarang siapkan apa yang kau perlukan, omma sudah memesankan tiket dan apartment, kau tinggal pergi saja. Ibu menyayangi kalian.” Dan seketika jaringan terputus. Aku mulai memampangkan wajah lesu dan murung.

Flashback End

 

“Hai!” Tiba-tiba saja sebuah tangan menghancurkan lamunanku, kenapa Doojoon masih di sini?

“Eh.. Wae?” aku bertanya kebingungan.

“Kenapa kau menangis? Sedang ada masalah?” tanyanya sembari duduk di sampingku.

“Ani.” Ucapku sambil menyeka air mataku menggunakan sapu tangan milik Doojoon.

“Lalu? Seharusnya kau bersenang-senang bersama kami. Oh.. Arraseo.. kau sedang patah hati kan? Hyo-ah? Kau ini cantik, kenapa kau harus menangis karen.. “

“Gomawo.aku harus segera pulang.” Sebelum Doojoon mulai berfikir yang aneh-aneh langsung saja, aku mulai beranjak pergi. sedangkan Doojoon kini hanya terdiam dan melihatku yang berjalan menjauhinya.

“Oh ya, Doojoon oppa. Gomawo, aku akan merindukan kalian, dan Kau.” Ku tundukkan badanku dan mulai meninggalkan aula.

Ku lihat teman-temanku masih asyik bercengkrama bersama. Tanpa mereka sadari aku melewati mereka, yang akan meninggalkan mereka untuk waktu yang lama. Tidak apa jika mereka tidak menyapa atau menemuiku, itu lebih baik. Setidaknya aku tidak merasa terbebani untuk meninggalkan Korea.

‘ maafkan aku. Aku harus pergi. jaga diri kalian baik-baik.’ Ucapku dalam hati sambil menatap mereka, teman dan sahabatnya. Tak terasa air mataku menetes, segera saja ku hapus lembut tetesannya dan  aku segera masuk ke mobil yang sudah menungguku sejak tadi.

Eunhyuk POV

 

“Oh benarkan Hae? Bagaimana rasanya? Kapan-kapan kita ke sana ya?” Ucapku sambil menatap Donghae penasaran, yang tadi bercerita tentang Ice Cream lezat yang ada di daerah Pusang.

“Oppa, sudahlah kita dari tadi asyik cerita. Sampai kita lupa dengan Hyoyeon-unnie?” ucapan Seohyun tiba-tiba mengingatkan kami pada seseorang yeoja periang yang entah di mana keberadaannya.

“Oh iya, aku rasa dia sudah pulang oppa. Tadi ku rasa aku melihatnya keluar dan menaiki mobil.” Ucap Jessica.

“Benarkah? YA! Kau payah. Kenapa tidak memberitahuku? Hah!” Ucapku yang ingin mengacak-acak rambu Jessica, tapi di tahan oleh Donghae.

“YA!! Hyung, kau ini. Jangan sembarangan menyentuh yeojachingu-ku. MENGERTI!!” Kenapa Donghae malah menggerutu padaku. Tapi di mana ya Hyoyeon, ku lihat tak ada sosok tubuh mungilnya itu.

“Ya sudah Hyung pulang dulu ya. Aku dan Jessica mau merayakannya di rumah mertuaku. Sampai Jumpa!” Lagi-lagi ia menebar kemesraannya bersama Jessica seperti biasa. Peduli amat, sudah sifatnya.

“Kami juga pamit oppa. Kau cari saja ke rumah Hyoyeon-unnie. Mungkin dia kelelahan.” Ucap SeoHyun yang membuatku beranjak pergi. “aku harus ke rumahnya” ucapku lirih.

Di rumah Hyoyeon….

“Ting Tong” “Ting Tong” “Ting Tong” ..

Sudah berapa kali aku memencet bell di rumah Hyoyeon, tetap saja tak ada jawaban dari orang di dalam. Apa mungkin mereka pergi.

Langsung saja ku telpon Hyoyeon, tapi tak ada jawaban. Berulang kali ku coba hingga aku menyerah.

Tiba-tiba datang seseorang di depanku.

“Anyeong, mian apa kau namja yang bernama Eunhyuk?” Aku kaget, kenapa Ahjumma ini bisa tahu namaku. Segera ku beranjak dari posisiku yang tadinya sedang duduk. Ku bungkukkan badanku dan membalas ucapannya tadi.

“Ne. Ahjumma. Mianhaeyo, tapi dari mana anda tahu nama saya?” Tanya ku pada wanita paruh baya itu.

“Syukurlah. Aku tetangga Hyoyeon, tadi ia kembali menjemput adiknya lalu ia pergi lagi. Dan ia menitipi surat ini, ia bilang ini untukmu. Ya sudah aku pergi dulu. Anyeong.” Ucap Ahjumma sembari meninggalkan ku sendirian di depan rumah Hyoyeon.

Ini? Surat? Tapi kenapa Hyoyeon membuat surat untukku? Ku tatapi surat ini, warna Pink dan hanya tertuliskan namaku disampulnya. Perlahan ku buka, ku lirik dalamnya terdapat kertas putih yang dipenuhi tulisan, dan mulai ku buka lipatan-lipatannya. Seketika air mataku jatuh, dan tubuhku mulai melemah yang akhirnya terjatuh dan menyandarkan diriku sendiri di pagar rumah Hyoyeon.

Dear Michyeo Namja, Eunhyuk

Hyuk. aku senang, akhir-akhir ini aku sangat senang. kau tahu? aku senang karena bisa bersamamu lagi. aku bisa tertawa bersama, menatapmu, tersenyum dan melihat gummy smile-mu. kau tahu? aku selalu merindukanmu setiap saat, tapi bodohnya aku yang dari dulu terus mencoba membencimu, tapi aku tak bisa aku tetap merindukanmu dan ingin terus bersamamu. tapi sayangnya, kebahagiaanku harus ku lepas Hyuk. maafkan aku, ku mohon jangan membenciku, aku tahu kau takkan suka. aku harus pergi, aku akan ke Amerika untuk waktu yang lama. Hyuk, maafkan aku karena tak bisa menemanimu lagi. maafkan aku karena tak bisa tertawa dan becanda denganmu dan teman-teman kita. maafkan aku karena baru memberi tahumu sekarang. aku takut Hyuk, aku takut tak bisa meninggalkan mu. aku takut aku menangis di hadapanmu, aku takut harus menerima kenyataan dan menatapmu dalam tangis. maafkan aku Hyuk. tapi aku janji, aku akan kembali, kembali tersenyum untukmu Hyuk. aku akan datang. tapi jangan tunggu aku, mengerti?

aku akan merindukanmu Michyeo Namja

 

                                                                                                            Babo Yeoja-mu, Hyoyeon

 

“Heh.. Jadi kau pergi tanpa memberi tahuku? Jadi begini? BEGINIKAH HYO!! HAHH!!”

Aku mencintamu begitu lama Hyo, aku selalu menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cinta padamu tapi, kini kau malah pergi. aku benar-benar frustasi sekarang. Aku harus bagaimana? Apa kau tidak tahu? Betapa sakitnya menahan perasaan ini? aku suka memainkan wanita karena aku mencintaimu Hyo? Karena kau yang selalu datang dan pergi sesuka hatimu seperti sekarang. Aku mohon tetaplah bersamaku Hyo. Sadarilah Hyo aku.. aku sangat membutuhkanmu..

To be Continue….

Iklan

One thought on “HyoHyuk : Stupid Love – Chapter 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s