HyoHyuk : Stupid Love – Chapter 5

053113_1257_HyohyukStup1.jpg

Main Cast :
– Lee hyukJae (EunHyuk) Super Junior
– Kim Hyoyeon SNSD/ Girls’ Generation
Other Cast :
Find by yourself
Genre :
Comedy, Frienship, Romance

Okey, I am Coming Back!! Mian Kalo masih jelek !
– DON’T COPY PASTE OR REUPLOAD !

*HAPPY READING*

Aku mencintamu begitu lama Hyo, aku selalu menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cinta padamu tapi, kini kau malah pergi. aku benar-benar frustasi sekarang. Aku harus bagaimana? Apa kau tidak tahu? Betapa sakitnya menahan perasaan ini? aku suka memainkan wanita karena aku mencintaimu Hyo? Karena kau yang selalu datang dan pergi sesuka hatimu seperti sekarang. Aku mohon tetaplah bersamaku Hyo. Sadarilah Hyo aku.. aku sangat membutuhkanmu..

Author POV

Tak terasa, waktu telah berjalan begitu cepat. Secepat mereka tumbuh menjadi wanita dan pria dewasa. Secepat angin yang berhembus dalam nafas mereka. Secepat mereka menghapus air matanya dan tersenyum lagi. Seakan waktu hanya melintang sesaat dan merubah hidup mereka.
Sudah 5 tahun berlalu, semenjak kelulusan. Dulu mereka bukan apa-apa kini mereka adalah hal terpenting di kehidupan banyak orang. Dan begitulah, waktu tak pernah dapat diduga.
5 tahun kemudian….

Seorang namja tampan yang kini sedang dinantikan oleh para fans-nya di depan gedung agensi,
“Oppa..Oppa saranghae!!” “ We Love You Oppa!!” “Oppa!!” “Eunhyuk Oppa!!” fans-nya terus saja memanggil sang rapper dan dancer ternama Korea itu. Dan sesaat, munculnya idol yang di puja-puja di seluruh penjuru negeri, LEE EUNHYUK.
“HAI SEMUA, AKU LEE EUNHYUK! AKU SENANG MELIHAT KALIAN DI SINI! SARANGHAE!” ucap Eunhyuk sambil melambaikan tangannya dari jendela, dan menyapa para fans-nya yang sedari tadi terus memanggil-manggil namanya.

Eunhyuk POV

“AKU PERGI DULU YA! SAMPAI JUMPA! SARANGHAE!” Ku buat tanganku membentuk hati di atas kepala, lalu ku tutup jendela di mana tempatku menyambut kedatangan fans-ku. Aku harus segera beranjak pergi, karena sebentar lagi aku harus show.
“Hyukjae. Cepat kita bisa terlambat!!” Aku dengar menejerku berteriak menanggilku, segera saja aku berlari menghampirinya.
“Ne Hyung, sebentar.” Ucapku sambil berlari.

Di dalam mobil….
“Hyung?” aku menoleh pada menejerku yang sibuk dengan ipad-nya.
“Ne. Ada apa?” jawab Young Woon-hyung yang masih fokus dengan gedget-nya itu.
“Apa aku nanti akan bertemu IU atau Choi Jina?” ku tatap Hyung sambil menebar Gummy Smile-ku. 
“Mungkin.”
“YA!! Hyung bisa kau lihat aku dulu? Hah?” Aku mulai kesal dengannya, seharusnya dia memperhatikanku dari pada gedget tak berguna itu.
“Wae? Jangan bikin masalah? Kau terlalu populer untuk mereka. MENGERTI LEE HYUKJAE!!” Ucap Hyung sambil melototiku, eh kenapa dia jadi segalak itu padaku memangnya salah jika aku menanyakan mereka. Lagi pula mereka juga cantik dan populer, Apa salahnya?
Setelah mendengar omelan Hyung tadi, aku hanya diam saja di mobil hingga kami sampai di Studio Music Bank.

Menuju ruang Kostum….
Aku rasa bukan hanya orang biasa yang menjadi fans-ku bahkan artis pun menyukaiku, hahahaha. Aku menebar virus di mana-mana. Ku tebar pesonaku lewat gummy smile yang aku miliki.
“Hyuk. Masuk!” kemudian ku masuki ruang kostum miliki. Di sini aku mulai di rias dan memakai kostum keren yang ku pilih sendiri, style-ku memang keren.
Saatnya tampil! . . . .
Setelah selesai perform, semua orang bertepuk tangan untukku, LEE EUNHYUK! Aku pun tersenyum sambil menatap seluruh isi ruangan. Ya, Aku memang Hebat!

Author POV
United State Of America….

pagi ini, suasana Los Angeles sudah mulai ramai. Berbondong-bondong di setiap trotoar, di lewati insan manusia dengan tergesanya menuju tempat kerja. Semua tampak sama, gedung-gedung pencakar langit, jalanan yang padat dengan kendaraan pribadi, hanya saja mantel-mantel yang berdominasi warna hitam kini telah lenyap. Musim dingin sudah berlalu, musim semi kini menghiasi Amerika. Meski begitu, semua tetap sama selalu bertumpu pada kesibukan.

Riuh suara dari luar memecahkan hening di ruangan yang dipenuhi dengan warna putih.
“Maafkan saya tuan. Saya tidak sengaja.” Seorang pelayan tua itu menunduk pada seorang namja muda yang tak sengaja ia tabrak, dengan segera dibersihkannya noda sisa kopi yang tertumpah di atas jas hitam a la Louis Vuitton. Ia raih tubuh Ahjumma itu, dan mulai tersenyum.
“tidak apa-apa, lain kali kau harus hati-hati..” Sekalimat lembut ia tuturkan sambil membantu ahjumma itu memunguti pecahan gelas.
“JUNHO-OPPA!! Ada apa ini?” Seorang yeoja berambut blonde datang dengan mini dress ditambah aksen blazer yang memberikan kesan ia seorang pekerja kantor mendekati pria bernama Junho, beserta pria-pria asing yang ikut mendekat.
“Gwancanha Hyo. Hanya insiden kecil.” Setelah selesai membersihkan pecahan gelas tadi, Junho mendekati Hyoyeon.
“Are you gonna be okay?” tanya salah seorang dari mereka.
“Yes, I’m gonna be okay.” Ucap Junho sambil tersenyum manis.
“Ya sudah Hyo. Kau lanjutkan meeting-mu, aku tahu kau sibuk. Aku akan menunggu di ruanganmu saja.”
“Baiklah. Aku akan segera kembali.” kemudian Hyoyeon dan rombongannya memasuki ruang meeting.
Junho tersenyum kembali ‘Aku mencintaimu Hyo’ batinnya. Lalu ia beranjak pergi.

Junho POV
2 jam kemudian di ruangan Hyoyeon….
“Oppa!!” seseorang mengagetkanku yang sedang terlelap dalam tidur. Ku lihat ia sedang berdiri di depan pintu, badannya mungil dan rambutnya blonde pirang yang tergerai indah, meski pandanganku agak kabur tapi ku kenali siapa yeoja cantik itu, wanita yang sudah ku cintai sejak 11 tahun yang lalu, Kim Hyoyeon.
“Hyo.. “ ucap ku agak lirih yang masih setengah tidur.
“Oppa! Kau ketiduran ya? Pasti gara-gara aku. Mianhae oppa.” Hyoyeon mendekat dan bersikat cute dihadapanku, dia benar-benar bisa membuatku tertawa.
“Hyo sudahlah. Jangan begitu lagi mengerti! Aneh tauk!” Ku acak-acak rambutnya, dan lihat wajahnya jadi cemberut. Ku cubit pipinya dan dia malah memukul punggungku.
“Ayo!” ku tarik tangannya keluar ruangan.
“Kemana?”
“Masak untukku!” Ucapku sambil meliriknya yang masih bingung.
“Wae? Kita bisa makan di luar kan?”
“kita ke bandara dulu.” Aku kembali berjalan dan menggandeng tangan Hyoyeon.

Hyoyeon POV

Kenapa ke bandara? Memangnya mau menjemput siapa? Sudahlah lebih baik aku turuti saja kemauan Junho-oppa.
Sesampainya di bandara….
“Oppa!” ku hentikan langkah kakiku.
“Wae? Kita harus menemuinya.”
“Nugu?”Ku dekatkan wajahku dengannya, aku bingung siapa yang akan kami jemput?
“Doojoon-Hyung.”
“Nugu? Kenapa mendadak sekali sih? Aku belum siap-siap untuk menyambutnya Oppa!!” Teriakku pada Junho-oppa yang sudah berjalan ke depan menjauhiku.
Segera saja ku cepatkan kakiku melangkah agar bisa menyusul Junho-oppa. Langkahnya sangat cepat hingga nafasku tak beraturan, rasanya lelah sekali.
“YA!! Oppa.. kau.. tidak.. kasian padaku? Aku kelelahan.. mengejarmu!!” Ucapku dengan nafas yang tersendat-sendat.
Bukannya menolong ia malah tertawa melihatku. Apa-apaan ini? Setega itu kah kau oppa padaku? Aku hanya diam begitu lama. Sedangkan Junho masih asyik dengan handphone-nya. Sepertinya dia sedang asyik memainkan jarinya untuk membalas sms dari seseorang. Tapi siapa? Lagi pula untuk apa aku menanyakan hal seperti itu ? Lebih baik aku diam, mungkin itu rekan kerjanya.

“Junho!!” Seseorang memanggil Junho, tepatnya seorang Namja. Ku lihat ia begitu kekar dan cukup tampan. Ku toleh ke samping Junho sudah berlari ke arahnya dan MEMELUKNYA?
Ya begitulah saudara sepupu yang jarang bertemu, pasti mereka akan mulai menggila.
“Hai Hyo!!” Dia melambaikan tangannya padaku, dan aku hanya tersenyum.
“Anyeong oppa. Lama tidak bertemu.” Ku salami tangannya, kemudian ia memelukku.
“Aku merindukanmu.” Ucapnya lirih di telingaku, yang seketika membuatku kaget dengan sikapnya. Dan untung saja, Junho dengan sigap menarik tanganku sambil menatap Doojoon tajam. Dan pada akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak dan sambil melakukan tos bersama.
“Sudahlah. Kita ke supermarket. Aku akan masak untuk kalian.” Aku langsung berjalan meninggalkan dua saudara gila yang masih asyik tertawa.

Author POV

Setelah selesai berbelanja, mereka pun segera menuju apartement milik Junho.

Apartment Junho….
“Hei Jun. Apartment mu keren juga. Bisa-bisa aku betah tinggal di sini.” Canda Doojoon sambil membaringkan tubuhnya di atas sofa.
“Oh ya Hyung. Mau berapa lama kau di LA?” Junho mendekat ke arah Doojoon.
“1 minggu. jadi Jun, kau harus melayani tamumu ini dengan baik. Oke?” Doojoon menyeringai.
“Baiklah Hyung.” Ucap Junho santai.

Di Dapur Apartment….
“Mereka masih sama. Suka bergurai!” Hyoyeon mulai mendesah karena terlalu lelah.
“Aaa.. ipod! Ini lebih baik.” Hyoyeon mulai tersenyum dan menikmati alunan lagu dari ipodnya.
“Taadaa!! Makanan selesai!” Hyoyeon datang dengan makanan lezat di tangannya.
“Ini untuk kalian. Makanlah!”
“Ini enak sekali. Hyo!” Junho tersenyum sambil mengacungkan jempol-nya pada Hyoyeon.

Tak terasa sudah seminggu Doojoon berada di Amerika, sudah banyak hal yang ia lewati bersama Junho dan Hyoyeon. Dan kini ia harus kembali ke Korea.
“Baiklah Kau siap HyoJun?” Doojoon sudah selesai memasukkan kopernya ke mobil dan segera berangkat ke bandara. Begitu juga Hyoyeon dan Junho.
Mereka berdua juga ikut kembali ke Korea. Lagi pula, Hyoyeon juga diminta omma-nya untuk mengurus perusahaannya di Korea, dan Junho juga ingin ke Korea. Jadi mereka pergi bersama-sama.
“Ne. I’AM READY!” Hyoyeon terlihat sangat senang. Jelas saja, sudah 5 tahun ia tidak kembali ke kampung halamannya itu.

Hyoyeon POV

Di dalam pesawat, aku hanya diam dan asyik menatap lautan biru yang ku lihat lewat jendela. Pemandangan di luar sangat indah, tapi sayang keindahan itu tak bisa membayar perasaanku mulai kacau lagi. Ku rasakan sakit, sakit yang seperti dulu. Tanpa ku sadari aku meneteskan air mata. Tuhan, ada apa denganku? Seharusnya aku bahagia bisa kembali ke Korea tapi rasanya ada sesuatu yang membuatku sedih. Apa kalian masih mengingatku? Seketika ku tatap Junho yang tertidur nyenyak di sampingku. “Mianhae oppa. Kau harus sakit karena aku.” Aku sudah membuat Junho hancur. Jelas-jelas ia mencintaiku, ia selalu menjagaku, merawatku saat aku sakit, menjadi sandaran saat aku menangis, tapi aku begitu jahat. Bahkan tak pernah sedikit pun terlintas dipikiranku untuk menerima cintanya.. bukan tapi tepatnya untuk bisa benar-benar mencintainya. Dan aku takkan pernah bisa melakukan itu.

Author POV
South Korea….

Kringg.. Kring..
Terdengar suara deringan telepon di ujung sana. Dengan segera Eunhyuk menghampiri sumber suara tadi.
“OPPA!!” ternyata Jina yang menelepon Eunhyuk, dengan sigap wajah Eunhyuk yang tadinya cemberut sekarang jadi sumringah mendengar suara Yeojachingunya itu.
“Oh, Changi-ku!!” Eunhyuk menekankan kata ‘Ku’ dalam pembicaraannya dengan Jina.
“Oppa, jemput aku sekarang ya? Aku sudah ada di bandara.” Jina memperindah suaranya dengan sedikit aksen melas yang selalu eksis menghampiri wajahnya.
“Ne.. Aku berangkat! Tunggu di sana. OKE!” Dengan segera Eunhyuk mengambil kunci mobil sport-nya dan blazer warna hitam miliknya, tak lupa lipatan dompet ia selipkan dalam saku celananya.

Sesampainya di depan bandara, Eunhyuk langsung memarkirkan mobilnya dan segera memasuki bandara Incheon yang terkenal dengan kemegahannya itu.
Dengan hati-hati Eunhyuk mencari sosok yeojachingunya. Ia berlari mengelilingi tempat-tempat di mana sering menjadi tempat untuk memjemput kerabatnya yang baru turun dari pesawat. Namun, tidak ia temukan yeoja yang ia maksud. Ia pandang di sekelilingnya, setiap orang lewat di hadapannya, tapi tak juga ia melihat sang kekasih.
Saat ia mulai menyerah, berdiri di antara orang-orang yang berlalu lalang, tiba-tiba ia rasakan detak jantungnya berpacu begitu cepat, bola matanya yang tertuju hanya pada satu arah, sesosok yeoja yang membuat dirinya terpaku dalam keramaian. Hatinya terasa sakit saat melihat yeoja itu tersenyum, bukan pada dirinya. Tapi pada pria yang ada di sampingnya. Betapa bahagia mereka, tak terasa pelupuk matanya mengeneteskan butiran-butiran air mata. ‘Kau sudah datang? kau sudah datang Kim Hyoyeon? Tapi kenapa harus dengannya? Hyo? Kau membuatku gila.’ Hatinya merintih kesakitan melihat wanita yang ia cintai bersama namja lain.
Hingga wanita yang ia cintai mulai kabur dari pandangannya. Ia masih diam dalam khayalannya, hingga dering phonecell-nya membangkitkannya (?) dari lamunan.
Kringg.. Kringg..
Dengan segera diangkatnya telepon yang sedati tadi berdering. Dari Jina?
“Ne Changiya.” Ucap Eunhyuk bermalas-malasan. Sembari ia melangkahkan kakinya dari bandara.
“Oppa. Mianhae, orang tuaku tadi sudah menyemputku. Aku sama sekali gak tahu, jadi aku harap kamu gak marah ya oppa?” Jina pasti sedang bersikap aegyo, terdengar dari suaranya yang memelas.
“Ne. Aku mau pulang dulu, bye.” Dengan cepat Eunhyuk menutup percakapannya, padahal Jina belum menjawab perkataannya. Ia gas mobilnya sekencang mungkin dan berlalu begitu saja dari bandara.

Di perjalanan….
Terdengar deringan, sepertinya ada sms. Eunhyuk pun membuka sms tersebut.

From Donghae
Hyung, kau ada di mana? Aku ingin curhat denganmu. Kau tahu aku lagi galau Hyung.

Dengan segera ia banting handphonenya ke jog sampingnya kemudian ia kembali menfokuskan diri menyetir mobil.

Eunhyuk POV

Aku benar-benar lelah, aku ingin rehat sebentar saja. Tiba-tiba terbenam dianganku untuk pergi ke suatu tempat. Dengan cepat ku banting setir mobilku untuk kembali pergi ke tempat tujuanku. Aku tahu hanya di sana aku akan tenang tanpa ada yang mengangguku.
Aku mulai pergi mengelilingi tempat ini, tidak ada yang berubah. Hanya ada beberapa hotel unik di sini itu pun jauh dari pantai. Bahkan pantainya masih bening, alamnya juga masih indah seperti dulu.
Laut yang tenang, angin yang berhembus begitu lembut, keheningan yang memanjakan hati, keindahan burung-burung yang selalu melayang-layang menghiasi langit hari ini yang sudah berubah menjingga. Rasanya sulit ku tinggalkan tempat ini, aku ingin masih di sini. Menikmati setiap sudut tempat, bercengkrama dengan diri sendiri, dan meluapkan seluruh kepenatan yang selama ini ku pendam.
Aku mulai lelah, ku tatap langit sore sambil duduk lalu menekuk kedua kakiku dan ku peluk kakiku di bibir pantai. Ku lihat matahari akan tenggelam. Bahkan tak ada seorang pun di sini. Aku akan tinggal di sini hingga esok, lagi pula besok aku sama sekali tak ada jadwal.
Tak terasa, kini sudah malam. Dan aku masih saja diam di sini, hingga seseorang mengagetkan diriku yang sedari tadi merenung.
“Hai.” Orang itu menepuk pundakku pelan dan mulai duduk di sampingku. Aku tak bisa menatap wajahnya dengan jelas, malam benar-benar membuat tatapanku kabur, sepertinya ia seorang Yeoja. Aku hanya diam dan kembali menatap pantai. Aku tak peduli siapa dia, setidaknya ia bisa menemaniku di sini. Ombak yang sedari tadi beralun pelan menghampiri dan menjauh dari ku, tak terasa pakaianku sudah hampir basah semua. Terpaksa aku harus menjauh dari bibir pantai dan mencari penginapan di sekitar sini. Aku pun mulai beranjak dari tempatku tadi.
“Mau kemana?” Sebuah tangan menarik tanganku, aku pun menoleh.
“Di sini sangat indah.”
“Di sini dingin.” Dengan tenangnya ku jawab perkataannya, lagi pula aku tak mengenalnya untuk apa aku bersamanya. Lebih baik aku tidur dan menikmati esok hari di sini lagi.
“Aku butuh teman, aku akan ikut denganmu.” Suara yeoja itu mengingatkanku dengan seseorang. Tapi karena pandanganku agak kabur aku tak bisa melihatnya dengan jelas.
“Baik.” Aku hanya bisa mengiyakan permintaannya. Sepertinya ia juga seorang yang baik, jadi apa salahnya jika ku terima permintaanya.
Ia pun segera berdiri dari posisi duduknya dan kami mulai beranjak pergi dari pantai yang mulai membuat kami kedinginan. Aku lihat yeoja itu sedari terus memeluk tubuhnya sendiri, mungkin ia sangat kedinginan. Ku berikan jaketku padanya agar ia tidak kedinginan lagi. Tepat saat kami berada di pinggir tiang lampu. Ku tatap wajahnya yang menunduk. Parasnya? Tubuhnya? Dia? Kenapa setelah aku melihatnya yang ada difikiranku adalah Hyoyeon? Apa dia Hyoyeon? Babao yeojaku yang pergi jauh? Ku tatap ia lebih dalam. Ia pun mengangkat kepalanya dan menatapku. Betapa kagetnya diriku saat aku melihat wajahnya. Bahkan ia ikut terbelalak saat melihatku? Aku tercengang dengan apa yang barusan ku lihat. Benarkah ini? Ini bukan mimpikan? Batinku yang masih tidak percaya.
Entah karena apa, tiba-tiba ku sentuh pipinya. Tanganku yang satu lagi mengelus-elus rambutnya. Ini bukan mimpi? Dia? Dia? Hyoyeon? Hyoyeon yang ku kenal dulu? Benar ini dia.
Tak lama tatapannya mulai biasa. Ekspresinya begitu kosong hingga ku lihat air matanya mulai tumpah, mungkin ia merindukanku? Apa iya? Ia merindukan orang yang dia benci? Dengan segera ku peluk ia. Ku eratkan pelukanku, tak peduli apa yang ia fikirkan. Meski pun ia tak membalas pelukanku, aku tetap ingin memeluknya seperti ini.
‘Ini bukan mimpi? Ini nyata? Aku masih bisa bertemu denganmu Hyo’ hatiku menangis bahagia.

To be Continue….062813_0145_HyoHyukStup1.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s