Hope In Hopeless – Chapter 1

Hope-In-Hopeless

Author : Aisyahnoer97 ᴥ Main Cast : Seohyun Girls’ Generation, Kyuhyun Super Junior, Jung Yong Hwa C.N.Blue, Hyoyeon Girls’ Generation ᴥ Other Cast : Yunho DBSK/TVXQ, BoA ᴥ Genre : Romance, Family, Friendship ᴥ Length : Twoshoot ᴥ a/n : Ini ff pertama ku yang main cast-nya SeoKyu. Mian kalo banyak typo!!

‘Happy Reading’

Chapter pertama di awali dengan percakapan antara 2 ahjusshi tua di sebuah ruang tamu mewah. Sepertinya owner dari rumah itu adalah seorang penjabat pemerintahan atau owner perusahaan besar di Korea Selatan, mungkin tamunya juga, seorang penguasa. Mereka terlihat begitu santai, terlihat sedikit candaan dan kemudian menyedu teh dan kembali berbincang lebih serius lagi.

Seorang pelayan menunduk kepada seseorang lalu ia pergi. orang itu, tepatnya seorang gadis yang muda dan cantik, memakai pakaian sederhana yang terlihat innocent. Langkah kakinya pelan, ia terlihat menikmati paginya itu. Ketika ia hendak ke dapur, tak sengaja terdengar suara 2 ahjusshi tadi tertawa lepas seperti sepasang sahabat lama yang sedang asyik mengulas kenangan menggelikan di masa lalu. Seohyun-namanya, ia berhenti dan menyandarkan diri di tembok pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga dengan tatapan menyelidik ia mencoba mendengar apa yang dikatakan ayahnya dan temannya tadi. Baru beberapa detik saja, ada seseorang yang menegurnya, dia ibu Seohyun. Ia menoleh, mungkin si Innocent girl ini kaget. Ibunya menyentuh pundaknya dan tersenyum. Ia mengerti dan pergi, ia menoleh ke arah ibunya dan tersenyum.

“Masuk lah.” Kata sang ibu, ibunya tersenyum dan kemudian masuk ke ruang tamu.

Senyum Seohyun pudar, mimik wajahnya berubah, ia terlihat mencemaskan sesuatu tapi entah apa yang ia cemaskan. Ia pun segera naik ke atas, menuju kamarnya.

“Maaf Nyonya BoA, saya harus kembali bekerja. Anda tahu kan orang seperti apa kami ini? hahaha.” Sepertinya Ahjusshi tua itu benar-benar dekat dengan kedua orang tua Seohyun. Apa itu yang dikhawatirkan Seohyun? Lebih baik tidak usah terlalu menyelidik mungkin saja mereka benar-benar sahabat dekat di masa lalu.

“Iya tentu saja.” Jawab nyonya BoA.

“Lain kali mampir lagi dan.. ajak putramu juga ya?” ucap tuan Junho. Dia mungkin akan mengenalkan ahjusshi tadi dengan Seohyun. Atau mungkin lebih, tapi senyumannya tidak menunjukkan itu, Nyonya BoA tersenyum sopan mendengar ucapan suaminya.

“Tentu. Baik Jung aku pergi dulu, sampai jumpa.”

“Baik, sampai jumpa.” Ucap Tuan Jung dan sedikit membungkuk. Ahjusshi tadi pun meninggalkan kediaman mereka.

nyonya BoA dan Tuan Jung pun masuk kembali ke dalam, dan tanpa sengaja di hari yang masih pagi ini sudah terdengar keributan, sepertinya di ruang keluarga. Nyonya BoA dan tuan Jung saling menatap ‘ada apa?’, lalu bergegas ke sumber keributan tadi.

Seohyun terlihat panik. Ia mondar-mandir dengan mengggigit kuku-kukunya. Lalu berjongkok dan memunguti pecahan vas bunga yang pecah. Terdengar suara ibunya, Seohyun pun semakin panik. Bahkan ia berkeringat, begitu tergesa-gesa hingga tangannya tak hati-hati saat mengambil pecahan tersebut. Ia merintih kesakitan dalam kecemasannya.

“Seohyun!” teriak Nyonya BoA di ujung pintu. Ia segera mendekat pada putrinya yang kesakitan terkena pecahan vas. Terlihat ia sangat menyayangi putrinya, dengan pelan ia meniup luka tadi dan membantu Seohyun berdiri. Sedangkan tuan Jung hanya diam di ujung pintu, dia menatap Seohyun penuh selidik.

“Apa kau mendengar percakapanku Seo?” Tanya tuan Jung to the point. Ibu tak percaya dengan apa yang diucapkan ayah Seo. Bagaimana mungkin ia bisa bertanya begitu sementara putrinya sedang kesakitan. Nyonya BoA mendesah heran pada tuan Jung. Tidak ada waktu untuk bertengkar, tangan Seo sudah mengeluarkan begitu banyak darah. Ia menuntun Seohyun ke lantai dua, tepatnya ke kamar putrinya.

At Seohyun’s bedroom….

“Apa masih sakit sayang?” Tanya Nyonya BoA pada putrinya. Ia memerban tangan Seohyun dengan hati-hati.

“Anio.” Jawab Seohyun. Ia menatap ibunya iba. Nyonya BoA pun menatap putrinya. Ia tersenyum dan mengelus rambutnya. Seperti seseorang yang akan memberikan perlindungan, perlindungan seorang ibu terhadap putri semata wayangnya. Seohyun membalas dengan senyuman tipis, tapi wajahnya masih terlihat cemas.

***

Seorang pria dengan pakaian olah raganya sedang asyik lari pagi di sekitar daerah elit Cheongdam-dong. Beberapa gadis cantik yang juga lari pagi menyapanya. Ia memang terkenal, apa lagi jika sudah membicarakan silsilah keluarganya dan ketampanannya itu, semua wanita pasti mau menjadi kekasihnya. Tapi Kyuhyun, dia tipe orang yang tidak tertarik dengan hal seperti itu, maksudnya wanita, kemewahan, popularitas. Ia sosok pria sederhana yang lebih suka menghabiskan harinya seperti orang biasa dan menikmati pagi dengan lari pagi, seperti saat ini.

Kyuhyun tersenyum geli saat beberapa wanita tersenyum menggoda padanya. ‘mengerikan’ batinnya. Ia hanya nyengir tak jelas lalu berlari lebih cepat. Di tengah jalan, Kyuhyun melihat sebuah mobil keluar dari rumah mewah yang ada di depannya. Ia mendengus dan tertawa kecil.

‘Itu pasti koruptor’ batinnya. Mobil itu berplat merah, makanya dia menebak begitu. Ia kembali berlari lagi.

“Hei Kyuhyun!” Panggil seseorang dari belakang. Kyuhyun menoleh, ia tersenyum melihat siapa yang datang. Nah yang memanggil Kyuhyun tadi adalah Kim Hyun Joong, ia juga penghuni kawasan itu. (asli beneran, kalo Kyu enggak, enggak tau!˄˄)

“Hai Hyung!” Balasnya, ia melambaikan tangan.

“Kau mau lari pagi? Kau baru di sini?” Tanya teman Kyuhyun yang ia panggil ‘hyung’ tadi.

“Ya begitu lah. Hyung, apa gadis di sini semuanya genit-genit? Heh?” Tanya Kyuhyun. Ia seperti agak becanda mengatakannya. Hyun Joong tertawa dan seperti mengiyakan perkataan Kyuhyun, mereka berlari bersama dan terus becanda satu sama lain.

***

“Sejak kapan kau menguping? Memang pembantu tidak lihat?”

“Seohyun sayang..”

“Oh.. Sudah dulu ya unnie, omma- datang. Sampai jumpa.” sambungan telepon pun terputus. Seohyun segera duduk di kasurnya.

“Ne omma.”

“Kau sedang apa di kamar?”

“Tidak ada.” Seohyun mendongak,melihat ibunya datang dan tersenyum padanya.

“Kalau begitu ikut omma jalan-jalan ya? Sudah lama omma tidak ke taman kompleks di sini. Kau mau kan Seo?” Ajak Nyonya BoA, lalu ia duduk di samping Seohyun.

“Sekarang omma?”

“Tentu. Kau tidak mau?”

“Anio. Kajja omma.” Seohyun dengan langkah beratnya pun pergi menemani omma-nya ke taman kompleks.

At Park….

Taman kompleks memang indah. Kebetulan saat itu sedang musim semi jadi banyak bunga yang bermekaraan.

Seohyun berpisah dengan ibunya. Ia memilih untuk duduk dan membaca buku. Dan ibunya asyik bermain dengan beberapa anak kecil di sana.

Seohyun mulai menutup bukunya. Ia menggenggam kedua tangannya dan mulai menutup mata.

Terdengar suara Seohyun :

Saat aku mulai berhenti berharap untuk tak lagi mempunyai harapan itu. Aku ingin diam dan menutup mataku, membayangkan bahwa harapanku akan menjadi kenyataan dalam khayalanku meski hanya sejenak aku akan merasa bahagia.

Dan saat Seohyun membuka mata, ada seseorang yang tersenyum manis di depannya. Seohyun yang terkejut langsung menunduk. Pria itu tersenyum. Ia beranjak dan duduk di samping Seohyun.

“Kau kah yang diceritakan Hyung? Cantik dan polos. Aku Kyuhyun. Aku baru di sini.”

“Oh ya, namamu, siapa?”

“Hah.. Kau bahkan begitu pendiam. Hmm.. Kau tahu, sedari tadi banyak wanita yang terpesona padaku tapi kau..”

“Kau mengacuhkanku! Bagaimana kalau kita jalan-jalan. A, yang tadi itu ibumu? Aku rasa dia lupa denganmu. Dia tadi lari dan masuk ke rumah besarmu itu. Jadi mau kah kau menemaniku jalan-jalan hari ini? aku kurang tahu daerah ini karena baru. Bisa kah kau.. “

“Aku harus pergi. mianhamnida.” Seohyun pun beranjak pergi.

“Seohyun-ah. Itu namamu kan?” Seketika perkataan Kyuhyun membuat Seohyun terdiam dan menoleh ke arah namja tersebut.

“Kau lupa denganku? Pria yang tak sengaja kau jatuhkan ke danau. Kau lupa?”

“Mworagoyo?”

“Itu aku. Pria itu. Jadi mau kah kau menemaniku?” Rayu Kyuhyun.

***

“Yobosehyo.”

“Ne appa. Ada apa?”

“….”

“Baiklah aku akan pulang appa.”

“Mianhaeyo Kyuhyun..” Perkataan Seohyun terputus. Dia kebingungan. Kyuhyun pun menyaut dan tersenyum senang.

“Oppa. Kyuhyun oppa.”

“Mianhaeyo Kyuhyun.. oppa aku harus pulang. Tto boepkesseumnida.”

“Geureom, tto boepkesseumnida Seohyun-ah.” Senyum bahagia membumbung di bibirnya saat melihat Seohyun yang gugup menatapnya. (Ya! You Got Her Kyuhyun-oppa˄˄).

***

Pagi yang cerah. Sepasang pria dan wanita sejak berjalan-jalan di sekitar kompleks. Yes, They are Seohyun and Kyuhyun. Sepertinya mereka sudah semakin dekat sejak kejadian lusa.

“Sejak itu kau mengingatku?” Tanya Seohyun yang menatap Kyuhyun heran.

“Every day, every time, every night. Aku sering memimpikanmu, bertemu denganmu. Itu membuatku gila. Aku juga tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini. Senang bertemu denganmu lagi Seohyun-ah.” Balas Kyuhyun yang kemudian menengok Seohyun. Ia tersenyum namun sekejap senyum itu hilang.

“Tapi.. siapa namja tadi? Kekasihmu?”

Flashback

Seohyun, tuan Yunho, dan Nyonya BoA berada di depan gerbang bersama seorang pria yang cukup tinggi dengan paras tampan dan senyum yang mempesona. Pria itu membungkuk, berpamitan dengan ketiga orang di depannya, ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Seohyun. Seohyun yang malu-malu pun membalas lambaian pria tersebut, ia tersenyum ragu.

Flaskback End

Seohyun teringat kejadian tadi, ia langsung menoleh ke arah Kyuhyun,“Aniyo.” Jawab Seohyun kembali menatap ke depan.

“Lalu? Tunganganmu?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Dia putra teman ayahku. Kami baru bertemu tadi.”

“Do you like him? Dia tampan.” Sepertinya Kyuhyun punya ekspetasi lebih tentang Seohyun dan pria tadi. Bahkan ia berjalan tanpa menatap Seohyun.

“Kenapa tersenyum? Aku serius denganmu. Aa.. tunggu. Bagaimana jika kau disuruh memilih?” dan kini dia menatap Seo.

“Aku atau dia?” yang kali ini lebih terlihat orang penasaran. (Siapa yang lebih baik? Lebih tampan dan lebih kaya? Who? ˄˄)

“Memilih antara aku dan namja tadi. Mana yang kau pilih?”

“Aku tidak tahu.” Jawab Seohyun. Sepertinya dia memilih Kyuhyun. Bahkan dia agak tersenyum dan melirik Kyuhyun. ˄˄

“Kau harus ikuti hatimu. Begitu yang dikatakan ibuku. Dia selalu memilih segalanya dengan hatinya. Ibuku meninggal setahun yang lalu. Dan kau seperti ibuku. Makanya aku selalu mengingatmu Seohyun-ah.” Kyuhyun benar-benar terbawa perasaan. Matanya sudah berkaca-kaca dan Seo melihatnya. Refleks tangan Seohyun hampir saja menyentuh pipi Kyuhyun kalau saja tidak ada yang memanggilnya.

“Seo.”

Seohyun dan Kyuhyun menoleh bersama ke arah suara tersebut. Ibu, ibu Seohyun.

Seketika SeoKyu saling bertatapan, Seohyun menatap Kyuhyun sendu. Seakan mereka tak menginginkan hal ini. Kyuhyun menggenggam tangan Seohyun, ia tersenyum. Seperti sebuah isyarat merelakan Seohyun meninggalkannya. Yeoja polos itu pun berjalan ke arah ibunya. Meninggalkan Kyuhyun. Ia mendekat dan menggenggam tangan ibunya erat-erat, air matanya menetes sepertinya ia tahu sesuatu. Sang ibu tersenyum, dan memeluk bahu putri semata wayangnya tersebut.

Kyuhyun menatap yeoja yang baru beberapa hari ia kenal itu dengan senyuman dan tatapan sendu. Lalu ia menoleh menatap tangannya yang tadi menyentuh tangan milik Seohyun. Sedikit harapan tercurah dari matanya. ‘Kyuhyun-ah kau bisa’

***

“Seohyun-ah.. Appa ingin bicara denganmu. Duduklah.”

“Ye.”

“Bukankah kau sudah dewasa jadi.. menikah lah.”

“Appa..” sahut Nyonya BoA. Nadanya seakan memohon agar Tuan Jung berhenti bicara. Seohyun terlihat sedih. Suasana di ruang tengah terlihat begitu tegang sekarang.

“Aku bertanya dengan Seohyun bukan kau!”

“Aku tahu kau pasti memahamiku kan?” Tanya Tuan Jung dengan penuh harap.

“Seo.. begini,maksud appa be..”

“Aku tahu appa. Akan ku pikirkan, aku masuk dulu.”

Seohyun pun meninggalkan kedua orang tuanya yang saling menatap bingung. Tuan Jung sedikit khawatir dengan mimik wajah Seohyun tadi.

***

“Seohyun-ah.. Ottokke?”

“Aku ingin pergi unnie. aku tidak menyukainya, tapi aku takut melukai appa. Bagaimana menurutmu unnie?”

“Geureom, aku akan datang ke rumah saja. Kita bicarakan nanti ya?”

“Unnie, mianhaeyo sudah merepotkanmu. Gomawoyo unnie.”

Percakapan terputus. Seohyun kini hanya bisa berharap. Penuh kecemasan.

At Seohyun’s Garden….

“Kau yakin?” Hyoyeon terkaget.

“Ne unnie. aku rasa begitu. Tapi aku..” Seohyun menunduk. Merasa Hyoyeon itu takkan setuju.

“Kau menyukainya kan? Kau harus memilih antara Yonghwa atau pria itu kan? Kau harus mengambil keputusan yang mungkin akan melukai appa-mu atau pria itu kan? Atau kau akan merasa menyesal setelah meninggalkannya dan akan merasa tertekan saat kau bersama pria yang akan di jodohkan appa kan? Iya kan Seohyun-ah? Kau tidak bisa berbohong.”

“Unnie, naneun..”

“Kau selalu membuat keputusan yang salah Seohyun. Kau sudah dewasa, bisakah kau berfikir lebih jernih lagi? Hah!” Hyoyeon langsung saja memotong omongan Seohyun. Merasa alasan tak penting. Seohyun hanya bisa menunduk tak berdaya mendengarkan saran tepatnnya celotehan Hyoyeon itu. Apa lagi sekarang? Seohyun kebingungan.

“Ne unnie. Tapi aku membutuhkanmu untuk menenangkanku bukan unt..”

“Geureom aku pergi. jangan hubungi aku lagi!”

“Unnie! bukan begitu maksudku!”

“Geureom, boo? Kau kan sudah ku beri tahu, jangan bergaul dengan pria, perasaanmu itu begitu sensitif. Kau tidak dengar hah? Pikirkan perasaan Kyuhyun-oppa dan orangtua.. orangtuamu.” Seohyun menatap Hyoyeon. Merasakan sebuah keraguan di sana. Ia hanya menghela napas. Akhirnya Hyoyeon juga menyerah untuk menolongnya.

“Unnie..”

“Aku harus pergi. sebelum.. sebelum mereka melihatku.”

“Unnie! Unnie! Gajimayo unnie!”

***

Kyuhyun merenung di dalam kamarnya. Mengingat-ingat lagu tatapan sendu Seohyun. Malam ini, Kyuhyun benar-benar tidak bisa tidur. Ia terus saja memikirkan Seohyun, sesekali ia menatap jam di dinding yang menunjuk angka sebelas. Ia mendesah kesal, kenapa ia jadi teringat tatapan Seohyun tadi.

“Tatapan itu.. omma ottokke?Heh.. Ashh, Jinjja!”

Kyuhyun malah tambah gundah, ia bolak-balik di depan ruang tamu. Mengacak-acak rambutnya sendiri seperti orang bodoh, mendesah tak karuan, berteriak, it’s only because of Seohyun.

Ia menoleh ke pintu depan rumahnya, saat ia akan berjalan ke dalam, bel rumahnya tiba-tiba berbunyi. Kyuhyun menoleh kaget.. Nugu?

To Be Continue….

R&R ya chingu….!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s